Warga Samarinda tekan petisi tolak GO-JEK diintimidasi
Warga Samarinda tekan petisi tolak GO-JEK diintimidasi. Tidak hanya warga, melainkan bersama driver GO-JEK, berkumpul di Taman Cerdas, sejak pukul 09.00 WITA. Mereka berkumpul, sambil membentangkan kain putih, untuk menorehkan tanda tangan. Satu per satu warga, menandatangani kain putih itu.
Warga Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar aksi solidaritas mendukung keberadaan GO-JEK dalam bentuk petisi, dengan mengumpulkan 1.000 tanda tangan mendukung keberadaan jasa pengantar lewat aplikasi online itu. Aksi spontan warga ini dilakukan di sekitar Taman Cerdas, Jalan Letjend S Parman.
Tidak hanya warga, melainkan bersama driver GO-JEK, berkumpul di Taman Cerdas, sejak pukul 09.00 WITA. Mereka berkumpul, sambil membentangkan kain putih, untuk menorehkan tanda tangan. Satu per satu warga, menandatangani kain putih itu.
"Terlepas dari ramai-ramai penolakan GO-JEK dari sopir angkot, keberadaan GO-JEK ini sudah kebutuhan ya. Kalau punya uang lebih, kan silakan pakai GO-JEK, jemput dan antar sampai rumah," kata salah seorang pegawai swasta, Hendro (38), saat ditemui merdeka.com di Taman Cerdas.
"Kalau menolak, tidak perlu sampai sweeping, anarkis di jalan. Kami warga, jadi kurang respek ya. Tidak perlu sampai sweeping, mengeroyok ya," timpal Anita, salah seorang mahasiswi di kesempatan yang sama.
Ditemui merdeka.com di lokasi, staf pelayanan GO-JEK Samarinda Hendri Dwi Slamet menerangkan, sejauh ini, untuk operasional, menyerahkan sepenuhnya kepada tidak kurang 200 driver, menyusul situasi yang belum kondusif terkait penolakan keberadaan GO-JEK.
"Kembali ke personel masing-masing ya, untuk jaga keselamatan untuk sementara tanpa atribut, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata Hendri.
"Kondisi ini pasti sudah kita sampaikan ke manajemen di Jakarta, dan ini sementara, tidak mengenakan atribut. Manajemen tidak pernah menginstruksikan setop beroperasi," ujar Hendri.
Hendri tidak menampik, serangkaian aksi penolakan yang disertai dengan intimidasi dan ancaman, membahayakan driver dan hingga staf kantor GO-JEK.
"Tapi kita serahkan ke hukum ya. Kalau membahayakan, tentu aksi-aksi seperti itu membahayakan dan tidak aman bagi driver. Tapi kembali ke driver, mereka juga banyak kebutuhan. Jadi, lebih waspada saja," terang Hendri.
"Soal petisi dukung GO-JEK dari warga ini, saya juga baru mengenal warga-warga ini ya. Luar biasa, cara pandang mereka menilai lebih kepada kebutuhan masyarakat, bukan pro ke GO-JEK," demikian Hendri.
Baca juga:
Sweeping dan keroyok driver GO-JEK, sopir angkot diringkus polisi
Helm dirusak, seratusan driver GO-JEK di Medan serbu pengemudi betor
Diduga lakukan penggelapan, bos keuangan GO-JEK dipolisikan driver
Meriahkan Valentine, driver GO-JEK bagikan mawar ke penumpang
GO-JEK nekat beroperasi di Solo, FX Rudy pasrah
Aplikasi eror, kantor GO-JEK cabang Malang digeruduk pengemudi
JK: Berpikirlah seperti GO-JEK Cs, bisa jadi solusi atasi kemacetan