LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Samarinda Mulai Ramai Beli Temulawak hingga Jahe

Dua warga Depok, dilaporkan positif terpapar virus Corona (Covid-19). Beragam cara dilakukan masyarakat mengantisipasi sebaran virus itu, termasuk meracik tanaman obat-obatan, seperti temulawak. Di Samarinda, warga mulai ramai memburu temulawak.

2020-03-04 19:00:13
mencegah virus corona
Advertisement

Dua warga Depok, dilaporkan positif terpapar virus Corona (Covid-19). Beragam cara dilakukan masyarakat mengantisipasi sebaran virus itu, termasuk meracik tanaman obat-obatan, seperti temulawak. Di Samarinda, warga mulai ramai memburu temulawak.

Merdeka.com menelusuri penjual tanaman obat-obatan itu di Pasar Induk Segiri, Jalan Pahlawan, Samarinda. Warga memang mulai ramai mencari tanaman obat-obatan, seperti jahe, kunyit hingga temulawak.

"Tiga hari ini, mulai ramai orang cari seperti jahe, temulawak, kunyit," kata Ratna (45), salah seorang pedagang tanaman obat-obatan dan rempah di Pasar Segiri, Rabu (4/3).

Advertisement

Ratna sedikit heran temulawak juga ikut ramai dicari. "Kemarin-kemarin sepi yang cari temulawak. Enggak tahu kok sekarang juga ramai dicari, dibeli. Ada yang beli sampai 1 kilogram. Saya masih jual harga biasa Rp18 ribu-Rp20 ribu per kilogram," ujar Ratna.

Ratna sempat iseng bertanya kepada pembeli di lapaknya. "Racikannya serai, jahe merah, temulawak dan kunyit. Itu bilang pembeli ya, buat anti-corona. Saya enggak tahu juga benar tidaknya," terang Ratna.

Ratna membeli temulawak dari Kalimantan Selatan dan Surabaya. Sementara jahe, selain juga dari Surabaya, juga dari petani di Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Advertisement

"Itu tadi, saya heran kok ramai yang beli, katanya buat obat. Di gudang saja, kita berebut. Yang jelas, saya masih jual harga biasa saja. Enggak tahu kalau besok-besok," ungkap Ratna.

Pedagang lain di pasar yang sama, Sodik (68), menjual temulawak Rp15 ribu dari harga biasanya Rp8 ribu. Untuk kunyit dijual Rp11 ribu dari Rp8 ribu per kilogram. Sedangkan untuk jahe harga biasanya Rp20 ribu dan sekarang dijual Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

"Naik harga mulai bulan ini. Kalau Januari dan Februari itu masih harga biasa," kata Sodik.

Baca juga:
Dikritik soal Pemeriksaan Corona Tak Maksimal di Bandara, Ini Kata Dirut AP II
Optimisme Indonesia Kalahkan Virus Corona
Bandara El Tari Tambah Thermal Scanner di Terminal Kedatangan
Cerita Petugas Pantau Suhu Tubuh, Garda Depan Cegah Virus Corona
600 Ribu Masker Ditemukan di Gudang MJP Cargo Buat Dikirim ke Luar Negeri
Kemenkes Bantah Ada Empat Pasien RS Persahabatan Positif Virus Corona
Menengok Bakal RS Khusus Penyakit Menular Eks Kamp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.