Warga Raja Ampat keluhkan maraknya pemboman ikan oleh nelayan asing
Warga Raja Ampat keluhkan maraknya pemboman ikan oleh nelayan asing. Kepala Dusun Waipele Lodrik Rumayom mengatakan, masyarakat setempat sangat menjaga perairan Dusun tersebut karena merupakan salah satu kawasan konservasi kabupaten Raja Ampat. Menurut dia, nelayan setempat menangkap ikan memakai alat tradisional.
Warga Dusun Waipele, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, meminta aparat yang berwenang agar mengatasi maraknya pengeboman ikan di perairan Dusun tersebut.
Kepala Dusun Waipele Lodrik Rumayom mengatakan, masyarakat setempat sangat menjaga perairan Dusun tersebut karena merupakan salah satu kawasan konservasi kabupaten Raja Ampat. Menurut dia, nelayan setempat menangkap ikan hanya menggunakan alat tradisional dengan tujuan untuk melindungi kawasan konservasi itu.
Namun nelayan dari luar seperti kota Sorong dan sekitarnya sering menangkap ikan di perairan tersebut menggunakan bahan peledak dan bahan kimia berbahaya bagi ekosistem laut.
"Kami sudah melaporkan hal ini kepada koramil dan polsek karena masyarakat setempat tidak berani menegur nelayan tersebut takut dilukai dengan bahan peledak," kata Lodrik di Sorong, Sabtu (1/10) seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan, terumbu karang kawasan Batu Anyo Dusun Waipele banyak yang rusak akibat bahan peledak dan masyarakat setempat sudah melaporkan hal ini kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar mendorong pemerintah mengatasi masalah tersebut.
Pemerintah Raja Ampat maupun LSM konservasi laut selama ini melakukan sosialisasi menjaga dan melestarikan ekosistem laut dan masyarakat setempat sudah melakukan hal itu. Untuk itu, masyarakat minta agar di Dusun Waipele ada pos aparat keamanan gabungan untuk mengawasi nelayan dari luar melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak.
Baca juga:
Curhat Menteri Susi soal Benjina hingga perbudakan anak bangsa
KKP tangkap 8 kapal pencuri ikan ABK Filipina di Sulawesi
Vietnam minta nelayan yang ditangkap Polri diperlakukan manusiawi
Kunjungi PM Vietnam, Wakapolri minta 8 WNI diekstradisi
Ini hasil pertemuan Menteri Susi dengan Amerika Serikat
Menteri Susi bongkar modus baru nelayan Filipina curi ikan Indonesia
Menteri Susi minta pengusaha tak adu domba dirinya dengan Luhut