LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Lereng Merapi Lebih Takut Lahar Hujan Ketimbang Guguran Lava

Gemuruh dan guguran lava dari puncak Gunung Merapi tak mempengaruhi aktivitas warga lereng, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

2019-02-19 03:30:00
Gunung Merapi
Advertisement

Gemuruh dan guguran lava dari puncak Gunung Merapi tak mempengaruhi aktivitas warga lereng, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Guguran lava dan luncuran awan panas yang terjadi hari ini didahului dengan suara gemuruh. Namun hal itu tidak membuat aktivitas warga terganggu, karena warga telah paham dengan karakteristik Gunung Merapi," kata Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto, Senin (18/2). Dikutip dari Antara.

Menurut dia, warga tetap beraktivitas seperti biasa seperti beternak dan bertani di lereng Merapi.

Advertisement

"Yang menjadi kekhawatiran justru jika terjadi lahar hujan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Karena masih banyak aktivitas pertambangan yang ada di Sungai Gendol," katanya.

Ia mengatakan, pada hujan deras hari ini juga terjadi lahar hujan di Sungai Gendol. Akibat puncak Merapi diguyur hujan lebat.

"Namun lahar hujan yang terjadi masih tergolong kecil dengan jarak lima kilometer dari puncak di perbatasan Kaliadem-Jambu," katanya.

Advertisement

Heri mengatakan, banjir lahar hujan yang terjadi tidak menimbulkan kepanikan karena sudah ada petugas yang memantau jika ada lahar hujan.

"Tadi sebelum lahar hujan, (penambang) sudah dievakuasi terlebih dahulu," katanya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang Heru Suparwoko mengatakan hujan masih sering terjadi di puncak Merapi, meskipun tidak setiap hari terjadi hujan di puncak.

"Curah hujan yang mengguyur area puncak hari ini tercatat sebesar 74,5 mm sekitar pukul 13.00 WIB. Oleh karenanya, potensi lahar hujan tetap harus diwaspadai. Dengan adanya guguran dan hujan yang harus diwaspadai adalah lahar hujan," katanya.

Baca juga:
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Potensi Terjadi
Jalur Evakuasi Lereng Merapi di Klaten Rusak Parah Sepanjang 7 Kilometer
Sempat Terjadi Awan Panas Guguran, BPPTKG Sebut Kubah Lava Merapi Stabil
Aktivitas Merapi Meningkat, BPBD Klaten Siapkan Jalur Evakuasi
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Sekitar Diminta Waspada
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.