Warga kembali panik Gunung Agung keluarkan asap putih membumbung tinggi
"Embusan asap seperti itu justru bagus jika sering terjadi, karena artinya tekanan gas akan terus berkurang sehingga kemungkinan tidak terjadinya letusan. Namun kondisi Gunung Agung yang masih status siaga potensi untuk meletus tetap saja ada," katanya.
Asap putih tebal kembali muncul dari kawah Gunung Agung, Karangasem, Bali, hari ini, Selasa (7/11). Ketinggian asap mencapai 500 meter sehingga dapat dilihat dari kejauhan.
Munculnya asap tebal tersebut disertai gempa dengan getaran cukup kuat. Peristiwa ini membuat warga panik dan berbondong-bondong mendatangi pos pantau Rendang Karangasem.
Menurut Kasubid Vulkanologi dan Mitigasi, PVMBG, Devy Kamil Syahbana, gempa yang terjadi sumbernya di dekat permukaan. Penyebabnya gerakan fluida magmatic (gas) yang manisfestasinya dalam bentuk keluarnya asap ke permukaan.
"Embusan ini bisa terekam kalau tekanan yang dihasilkan cukup kuat," jelas Devy.
Menurutnya, embusan asap seperti itu sering terjadi di sejumlah gunung api yang ada di Indonesia yang disebabkan karena proses pelepasan tekanan. Menurutnya, memang lebih baik bila gas tekanan itu dikeluarkan sedikit sedikit dalam bentuk embusan dari pada dikeluarkan sekaligus dalam bentuk letusan.
Embusan itu sudah terjadi sejak dua hari terakhir. "Embusan asap seperti itu justru bagus jika sering terjadi, karena artinya tekanan gas akan terus berkurang sehingga kemungkinan tidak terjadinya letusan. Namun kondisi Gunung Agung yang masih status siaga potensi untuk meletus tetap saja ada," katanya.
Baca juga:
Aktivitas Gunung Agung menurun, ribuan pengungsi diizinkan pulang
Status Gunung Agung turun, berikut nama desa masih masuk zona rawan bencana
Bupati Tabanan beri seekor babi ke seluruh posko pengungsi Gunung Agung
Warga masih bertahan di pengungsian walau status Gunung Agung menjadi Siaga
Status Gunung Agung diturunkan dari Awas menjadi Siaga
Kemenkum HAM Bali beri bantuan Rp 41 juta ke pengungsi Gunung Agung
Kerugian Bali akibat status Gunung Agung ditaksir mencapai Rp 2 triliun