Kerugian Bali akibat status Gunung Agung ditaksir mencapai Rp 2 triliun
Merdeka.com - Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bali mencatat, kerugian Bali sebagai dampak status awas Gunung Agung mencapai Rp 2 triliun. Sektor pariwisata ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 264 miliar, sektor perbankan mencapai Rp 1,05 triliun.
Sementara itu, kerugian hilangnya pekerjaan para pengungsi diperkirakan mencapai Rp 204.5 miliar. Sedangkan dari segi pertanian dan peternakan kerugiannya mencapai Rp 100 miliar dan aktivitas pertambangan serta pembangunan di Karangasem sekitar Rp 200 hingga Rp 500 miliar.
Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika menyatakan, sejak ditetapkannya Gunung Agung menjadi awas atau naik level ke IV dampaknya tidak hanya pada ekonomi saja. Tetapi juga berdampak sosial, politik dan psikologi.
Dia menyatakan, untuk dampak ekonomi saat ini sudah jelas terasa seperti halnya dari sektor pariwisata. "Pariwisata di Bali sudah menurun dari 20 hingga 25 persen," ungkapnya di Denpasar, Bali, Jumat (27/10).
Selain itu, status Gunung Agung juga berdampak pada galian C yang berkaitan dengan pembangunan. Seperti dikabarkan sebelumnya bahwa hanya di Kabupaten Karangasem yang ada galian C.
Pastikan menyatakan, kejadian tersebut membuat proyek-proyek pembangunan yang macet. Bahkan akibat dampak ini, Bupati Karangasem menyatakan alami kemerosotan APBD hingga Rp 1 triliun lebih.
"Dan ini kalau banyak yang macet maka proyek pemerintah akan gagal. Kalau gagal itu repot sekali. Karena menyangkut anggaran."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya