Warga Geruduk Kantor Bupati Sukoharjo Protes Bau Menyengat Hasil Produksi PT RUM
Berulang kali warga melakukan protes agar pabrik yang terletak di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo tersebut ditutup. Namun permintaan warga tersebut tak mendapatkan tanggapan dari perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Kasus bau busuk yang ditimbulkan pabrik serat rayon PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo tak kunjung usai. Meski sempat berhenti beroperasi dan dipasang peralatan pencegah bau dari limbah asap, namun bau menyengat yang mengganggu kesehatan warga sekitar pabrik tak kunjung mereda.
Berulang kali warga melakukan protes agar pabrik yang terletak di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo tersebut ditutup. Namun permintaan warga tersebut tak mendapatkan tanggapan dari perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Puncak kekesalan warga hari ini ditumpahkan. Ribuan warga melakukan konvoi kendaraan dari PT RUM dan mendatangi Kantor Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya yang berjarak 14 kilometer. Berbagai spanduk dan poster bernada kecaman mereka bentangkan.
Sejumlah peserta yang mengenakan pakaian putih merah penuh coretan layaknya darah melakukan aksi teatrikal. Salah satu peserta menggendong galon air mineral. Mereka berulang kali melakukan tabur bunga di bawah tiang bendera yang ada di halaman kantor bupati.
Koordinator aksi, Budi Setiarto mengatakan, warga mengancam akan melakukan aksi besar-besaran bila tuntutan mereka tak dikabulkan. Warga menghendaki agar pemerintah menghentikan proses produksi PT RUM.
Menurutnya, warga sudah lelah terus menghirup udara busuk menyengat yang dihasilkan PT RUM.
"Kami akan melakukan aksi terus, sebelum tuntutan dipenuhi. Kita akan terus berjuang, kita akan demo besar-besaran," katanya.
Meskipun Bupati Sukoharjo telah mengeluarkan SK yang berisi penghentian sementara PT RUM selama 18 bulan sejak Februari 2018 hingga bisa mengatasi masalah pencemaran. Budi menilai PT RUM tak mengindahkan surat tersebut. Menurutnya, sebelum 18 bulan, PT RUM telah mengajukan trial untuk produksi.
"Mereka mengajukan trial, tapi dalam trial itu ternyata bau busuk masih timbul. Kami sudah memprotes ke pabrik, tapi mereka meminta 5 hari untuk memperbaiki. Ini sudah 5 hari lebih, tapi tetap bau," jelasnya.
Warga menyimpulkan, PT RUM tak dapat memperbaiki masalah bau menyengat yang dihasilkan. Warga merasa terus dibohongi. Apalagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo juga telah menemukan adanya kebocoran.
"Kami akan terus memperjuangkan agar warga sekitar PT RUM dapat menghidup udara bersih tanpa polusi lagi. Mass 18 bulan kita dikasih racun terus, nanti banyak korban," keluhnya.
Baca juga:
Massa Unjuk Rasa Depan Kedubes Australia Tolak Pemindahan ke Yerusalem
Bawa Poster Bergambar Prabowo, Massa GMI Geruduk Kedubes Australia
Pakai Alat Peledak di Leher Saat Unjuk Rasa, Pria Ini Bikin Geger Prancis
Pengungsi Afghanistan di Medan Demo Minta Dikirim ke Negara Penampung
Kemarahan Warga Prancis Saat Tolak Kenaikan Harga BBM