LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga di Bali komplain, latihan Sukhoi bising dan merusak kaca rumah

"Saya harap masyarakat memahami demi untuk menjaga kedaulatan NKRI," kata Danlanud Ngurah Rai, Kolonel AU Sugiarto.

2015-02-24 11:59:27
Sukhoi
Advertisement

Keberadaan tiga pesawat tempur Sukhoi yang melakukan latihan di Lanud Ngurah Rai, Denpasar, Bali, bikin resah warga desa adat Tuban. Sukhoi dipersiapkan untuk pemindahan eksekusi mati duo 'Bali Nine' ke Nusakambangan, Jawa Tengah. Terkait itu, warga berharap agar duo 'Bali Nine' segera dipindahkan, dan konflik politik dengan Australia cepat tuntas.

"Hampir setiap jam latihan, mestinya di sana di laut selatan dekat perbatasan dengan Australia. Suaranya bikin pecah telinga," ungkap I Nyoman Sudiartha Kepala Lingkungan Banjar Pesalakan Tuban di Tuban Kuta Bali, Selasa (24/2).

Dia tidak menampik bahwa bisa hampir setiap menit ada pesawat lepas landas di Ngurah Rai, namun hal itu sudah biasa dirasakan suaranya. Hanya saja besarnya suara dari pesawat tempur sempat membuat getaran, dan bahkan ada rumah salah satu warga yang kaca jendelanya retak.

Dikonfirmasi terpisah, Danlanud Ngurah Rai, Kolonel AU Sugiarto BW mengaku bahwa sejak Sukhoi berada di Lanud Ngurah Rai terus dilakukan latihan hingga siang hari.

"Kita tidak hanya lakukan latihan, tetapi juga langsung memantau wilayah perbatasan dekat Australia. Untuk itu saya mohon maaf dan saya harap masyarakat bisa memahami ini, demi untuk menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya.

Baca juga:
Jelang eksekusi mati, TNI kerahkan KAL Serayu jaga Nusakambangan
PTUN tolak gugatan gembong narkoba 'Bali Nine'
Jelang eksekusi mati, Kapal TNI AL siap amankan Nusakambangan
Presiden Brasil telepon Jokowi minta keringanan soal hukuman mati
Marah, Jokowi panggil Dubes Toto Riyanto yang dilecehkan Brasil
Presiden Brasil 'wajib' minta maaf kepada Indonesia
Jokowi peringatkan Brasil: Jangan intervensi masalah eksekusi mati!

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.