LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga dengar ledakan sebelum helikopter TNI AD hilang di Kalimantan

Warga dengar ledakan sebelum helikopter TNI AD hilang di Kalimantan. Helikopter bell 412 EP beregistrasi HA-5166 milik TNI AD, yang hilang kontak di belantara Kalimantan Utara, lebih 48 jam ini belum juga ditemukan. Sebelum heli akhirnya dilaporkan hilang kontak, warga mengabarkan mendengar ledakan diduga helikopter.

2016-11-26 16:16:31
Helikopter TNI AD Hilang
Advertisement

Helikopter bell 412 EP beregistrasi HA-5166 milik TNI AD, yang hilang kontak di belantara Kalimantan Utara, lebih 48 jam ini belum juga ditemukan. Sebelum heli akhirnya dilaporkan hilang kontak, warga mengabarkan mendengar ledakan dan mencurigai heli tersebut jatuh di hutan.

Kabar terdengarnya ledakan itu, terjadi beberapa jam setelah helikopter hilang kontak sekira pukul 11.29 WITA, Kamis (24/11) lalu. Bahkan warga di kecamatan Mentarang Hulu, yang berjarak 4-5 jam dari pusat kabupaten Malinau, sempat melihat helikopter terbang rendah dari kejauhan.

"Kami di sini sudah dengar kabar-kabar itu. Ada yang melihatnya terbang rendah. Beberapa jam kemudian seperti terdengar ledakan," kata salah seorang warga Malinau, Yulianus, kepada merdeka.com, Sabtu (26/11).

"Soal yang mendengar suara seperti ledakan itu, sudah jadi pembicaraan orang-orang di sini. Cuma itu yang bisa saya beritahukan. Entah itu benar ledakan helikopter atau bukan," ujar Yulianus singkat.

Informasi didapat merdeka.com, hingga pukul 14.40 WITA, posisi helikopter belum juga berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, baik dari tim SAR darat yang dilakukan Batalion 614 Raja Alam, maupun SAR udara menggunakan pesawat dan helikopter.

Upaya konfirmasi ke pejabat berwenang di Kodam VI Mulawarman yang dilakukan merdeka.com, juga belum berhasil hingga sore ini. Mereka menyerahkan semua pernyataan, kepada Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Johny L Tobing, yang berada di Tarakan.

Pun demikian, dari Basarnas, baik dari Basarnas Kantor SAR Balikpapan maupun pos SAR Tarakan, menyerahkan kewenangan berbicara ke media melalui TNI, khusus terkait insiden heli hilang kontak ini.

Selain itu, awak media yang sudah 2 hari ini berada di Lanud Tarakan maupun di bandara Juwata Tarakan, juga belum mendapatkan keterangan berarti dari para pejabat TNI yang sedang berada di Tarakan.

Diketahui, Helikopter bell TNI AD rute Tarakan ke Long Bawan di kabupaten Malinau di Kalimantan Utara, dilaporkan hilang kontak, Kamis (24/11). Helikopter militer itu berpenumpang 5 orang prajurit, mengangkut 400 kilogram logistik untuk personel TNI yang bertugas pada pengamanan perbatasan RI- Malaysia.

Keterangan diperoleh, heli berjenis helikopter bell 412 EP dengan nomor registrasi HA-5166 dengan pilot Lettu Cpn Yohanes, berangkat dari bandara Juwata Tarakan menuju Long Bawan, sekira pukul 10.54 WITA pagi. Namun kontak terakhir dengan ATC Malinau sekira pukul 11.29 WITA. Dari titik koordinat hilang kontak, helikopter tersebut berada di hutan belantara Malinau, Kalimantan Utara.

Baca juga:
Proses evakuasi heli TNI AD terhambat medan, butuh 48 jam ke lokasi
Titik koordinat helikopter hilang kontak ada di hutan Kaltara
Ini 5 prajurit TNI AD penumpang heli yang hilang kontak di Kaltara
4 pesawat dikerahkan cari heli milik TNI hilang kontak di Kalimantan
Helikopter TNI AD yang hilang di Kalimantan ditemukan selamat
Helikopter TNI AD hilang kontak di Kalimantan
Tim SAR tunggu koordinasi TNI cari heli logistik yang hilang kontak

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.