LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres Tinjau PTM Terbatas di Jakarta, Ingatkan Terus Lakukan Evaluasi

Wapres meminta kepada para pihak sekolah agar melapor jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif dalam lingkungan sekolah. Sehingga bisa mencegah adanya penularan.

2021-09-08 09:47:52
Wapres Maruf Amin
Advertisement

Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah sekolah di Jakarta, Rabu (8/9). Hal tersebut seiring dengan diizinkannya satuan pendidikan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3.

Adapun sekolah-sekolah yang dikunjungi Ma'ruf yaitu SD Tarakanita 5, Jakarta Timur, SPK SMAK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan SMKN 19 Jakarta, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Ma'ruf menjelaskan pelaksanaan PTM terbatas sangat dipengaruhi situasi pandemi Covid-19 di Ibu Kota. Jika situasi terus membaik dengan menurunnya level PPKM, PTM terbatas akan ditingkatkan secara bertahap.

Advertisement

Sebaliknya jika memburuk, maka PTM terbatas akan dihentikan. Sebab kesehatan dan keselamatan peserta didik, para guru serta warga sekolah.

"Saya berharap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas ini dapat melakukan evaluasi setiap minggunya, terutama mengenai protokol kesehatan dan keamanan dari seluruh warga sekolah," katanya.

Dia meminta kepada para pihak sekolah agar melapor jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif dalam lingkungan sekolah. Sehingga bisa mencegah adanya penularan.

Advertisement

"Jika terdapat kasus terkonfirmasi positif atau potensi yang dapat menyebabkan timbulnya klaster baru, segera ambil tindakan tegas demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak," ungkapnya.

Tidak lupa, Ma'ruf meminta sekolah selalu waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Mengingat ancaman Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, saya minta semua warga sekolah untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan agar PTM terbatas ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19," katanya.

Pelaksanaan PTM terbatas ini, menurut Ma'ruf merupakan upaya untuk mengurangi dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Salah satunya anak tidak dapat menyerap mata pelajaran dengan baik, sehingga dikhawatirkan kemampuan intelektualnya menurun. Di samping itu, kata dia hubungan siswa dan guru menjadi 'asing' karena tidak pernah bertatap muka terutama bagi siswa di tingkat awal, banyaknya anak putus sekolah.

"Pendidikan vokasi paling terdampak pandemi Covid-19, karena peserta didik di SMK tidak dapat mengikuti praktek kerja/magang di perusahaan secara optimal. Padahal praktek kerja/magang merupakan faktor yang paling penting bagi pendidikan vokasi dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan ahli di bidangnya," ungkapnya.

Baca juga:
Jember PPKM Level 2, SD dan SMP Siap Gelar PTM
Tahun Ajaran Baru Bantu Ungkit Ekonomi Kuartal III 2021
Jelang PTM Terbatas di Depok, Orang Tua Masih Ada Tak Izinkan Anak Kembali ke Sekolah
Akses Masuk SD Negeri Tugu 2 Tasikmalaya Dibenteng Pemilik Lahan, Ini 6 Faktanya
UNS Surakarta Resmi Perkuliahan Tatap Muka, Rektor Ikut Mengajar
PTM di Solo Dimulai, 50 Ribu Pelajar Belum Divaksinasi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.