LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK minta masalah asap tak perlu dipersoalkan negara tetangga

"Jadi kalau kena sebulan asap ya resiko juga itu," ucap JK.

2015-09-18 16:46:25
Kebakaran Hutan
Advertisement

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan menimbulkan kabut asap hingga ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Indonesia pun menuai kritik hingga sindiran dari warga kedua negara tersebut.

Terhadap berbagai kritik dan sindirian itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

"Selalu saya katakan bahwa ini kan masalah alam. Indonesia sudah berusaha sekuat tenaga, segala biaya sudah mendatangkan hampir 20 helikopter pesawat untuk mengatasi itu, tetapi ternyata sulit," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

JK menegaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan Amerika Serikat pun mengalaminya. Selama berbulan-bulan pemerintah Amerika Serikat berupaya memadankan kobaran api di wilayah hutan California.

"Tetapi untuk negara-negara tetangga saya selalu katakan kita sama-sama menikmati alam ini, tapi sama-sama juga kita kena akibatnya juga kalau salah kan. Jadi negara-negara tetangga 11 bulan itu menikmati udara segar dari Indonesia, jadi kalau kena sebulan asap ya resiko juga itu," ucap JK.

Indonesia, lanjut JK mengatakan, soal asap sudah dibicarakan langkah penanganan bersama dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi dan JK yakin Persoalan karhutla akan segera selesai.

Sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran lahan di Indonesia sejak pekan lalu mulai menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Insiden kesekian kalinya itu memicu sindiran dari para netizen di Negeri Jiran. Melalui jejaring sosial Twitter, para netizen membuat tanda pagar #TerimaKasihIndonesia.

Bagi warga Malaysia, kabut asap pekat dari Riau dan Kalimantan ini cukup mengganggu mereka. Aktivitas mereka sehari-hari, terutama para pelajar, terpaksa terhenti. Ada lima negara bagian Malaysia yang kemarin meliburkan sekolah karena asap masuk kategori berbahaya.

"Setiap tahun selalu terjadi. Kita seharusnya membuat perayaan tahunan akan hal ini. Saya dapat melihat dengan 'jelas' sekarang #TerimaKasihIndonesia," seperti ditulis oleh akun @harithiskandarL, yang dilaporkan oleh therakyatpost.com, Rabu (16/9).

Tak hanya @haritiskandarL, ada netizen lain dengan akun @medWANt yang mengatakan sumbangan asap dari Indonesia sejak tahun 90an 'amat bermakna' bagi Malaysia.

Sementara ada yang menyatakan kekesalan kepada Indonesia dengan mengatakan Indonesia tidak bisa menjaga alamnya. Hutan dibakar oleh mereka yang bernafsu pada uang, seperti yang ditulis oleh @sisigoldiene.

Akibat asap ini, selain jarak pandang mata berkurang drastis, masyarakat Malaysia mulai mengidap penyakit saluran pernapasan. Bahkan untuk menjaga kesehatan, banyak sekolah diliburkan hingga lima hari.

Tak hanya ditujukan untuk Indonesia secara umum, netizen Malaysia juga menyindir Presiden Joko Widodo dengan cuitan yang langsung ditujukan pada akun @jokowi.

"@jokowi kita harus mengirim padanya (Jokowi) semua tagihan medis," cuit akun @mamasan2712.

Baca juga:
Sampai September, titik api di Sumatera & Kalimantan capai 70 persen
Gunung Dempo terbakar, satwa liar serbu perkampungan
Protes kabut asap, warga Malaysia geruduk Kedubes RI di Kuala Lumpur
Gara-gara puntung rokok, puluhan hektar Gunung Dempo terbakar
Kawasan Gunung Kunci terbakar, 5 hektare hutan hangus
Komisi IV DPR minta pemerintah lebih serius tangani masalah asap
Ini foto mengerikan asap kebakaran hutan Riau dari udara

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.