LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK dorong percepatan negosiasi kode etik Laut China Selatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn. Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla mendorong untuk percepatan negosiasi draf kode etik atau Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan (LCS) antara ASEAN dan China.

2018-02-02 16:23:38
Konflik Laut China Selatan
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn. Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla mendorong untuk percepatan negosiasi draf kode etik atau Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan (LCS) antara ASEAN dan China.

"Jadi disampaikan Menlu dan didorong juga Bapak Wakil Presiden terkait perlunya dipercepat proses penyelesaian CoC untuk di Laut China Selatan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri AM Fachir di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (2/1).

Diketahui sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn sepakat untuk mendorong percepatan negosiasi draf kode etik atau Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan (LCS) antara ASEAN dan China.

Advertisement

"Terkait menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan, saya bersama Menlu Sokhonn menekankan bahwa momentum positif yang telah dicapai di kawasan seiring dengan disepakatinya kerangka CoC LCS Agustus lalu bisa terus berlanjut,” ucap Retno dalam rilisnya.

Retno juga mengatakan akan menantikan negosiasi draf CoC yang dijadwalkan berlangsung Maret 2018. Agar kata dia segera dirampungkan.

Tidak hanya Retno, Sokhonn juga berharap bahwa kode etik Laut China Selatan bisa segera disahkan dan diterapkan. Dia mengatakan kode etik tersebut penting lantaran untuk pedoman bagi negara-negara terkait untuk bersikap mengenai wilayah perairan yang menjadi salah satu jalur perdagangan terbesar di dunia itu.

Advertisement

"Indonesia dan Kamboja memiliki pandangan yang sama mengenai isu di kawasan terutama masalah CoC LCS. ASEAN-China sudah bisa menyepakati kerangka CoC itu dan kini negosiasi draf COC diharapkan bisa cepat selesai—sama seperti yang Retno katakan,"ujar Sokhonn.

Baca juga:
Menko Luhut: Tidak ada perubahan nama Laut China Selatan
RI minta China tak pamer kekuatan di laut China Selatan
Kapal perang AS tabrak kapal tanker minyak di Selat Malaka, 10 pelaut hilang
Menteri Susi: Pemerintah layak ganti nama Laut China Selatan
China mencari-cari alasan sangkal penamaan Laut Natuna Utara

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.