LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wamenkes: Positivity Rate Indonesia Dekati Rekomendasi WHO

Dalam kesempatan itu, Dante juga mengatakan, positivity rate di beberapa daerah sudah mengalami penurunan cukup baik, tetapi di beberapa daerah masih tinggi.

2021-09-07 10:03:07
Ingat Pesan Ibu
Advertisement

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan persentase kasus positif COVID-19 dibanding total kasus yang diperiksa (positivity rate) mendekati rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni kurang dari 5 persen.

"Positivity rate terus mengalami tren penurunan, sekarang sudah 6,97 persen, mendekati dari rekomendasi WHO," ujar Dante dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Senin malam (6/9).

Ia menyampaikan dalam upaya menurunkan angka positivity rate itu, pemerintah akan terus meningkatkan pelacakan (tracing) kontak.

Advertisement

"Tracing sampai sekarang sudah sampai 7,98 persen. Tracing ini bisa mencapai sekitar 10, yaitu setiap satu kasus positif ditelusuri sampai 10 kontak erat," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Dante juga mengatakan, positivity rate di beberapa daerah sudah mengalami penurunan cukup baik, tetapi di beberapa daerah masih tinggi.

"Untuk daerah-daerah yang tinggi ini diharapkan untuk melakukan kegiatan tracing yang lebih optimal ketika kasusnya sudah mulai ringan seperti sekarang ini sehingga kita menghindari dari lonjakan kasus berikut yang mungkin lebih berat," tutur Dante.

Advertisement

Saat ini, Dante mengingatkan, terdapat varian baru virus Corono yang perlu tetap harus diwaspadai, yakni varian Mu.

"Semakin banyak kasus ini berkembang dan semakin lama pandemi ini berlangsung maka virus itu akan melakukan modifikasi dan melakukan mutasi," ujarnya.

Ia mengharapkan varian Mu itu abortif seperti juga varian Lambda yang terjadi beberapa waktu lalu di Peru.

"Varian delta baru saja kita alami, sekarang sudah ada varian Mu. Mudah-mudahan ini akan abortif, seperti juga varian Lambda beberapa waktu yang lalu di Peru," ucapnya.

Ia mengatakan COVID-19 varian Mu terjadi di Kolombia, secara laboratorium varian Mu mempunyai resistensi terhadap vaksin.

"Tapi itu dalam konteks laboratorium, tidak dalam konteks epidemiologis. Tetapi penyebarannya tidak sehebat penularan dari varian delta," kata dia.

Baca juga:
Wamenkes Klaim Kondisi Covid di Indonesia Lebih Baik dari Negara Tetangga
Kasus Covid-19 Menurun, Wali Kota Makassar Antisipasi Varian Lambda
Jokowi Minta Jajaran Waspadai Covid-19 Varian Mu Masuk Indonesia
Kasus Covid-19 Mulai Melandai, Jokowi Minta Jajaran Terus Melakukan Evaluasi
Jokowi Optimis Akhir September Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai di bawah 100 Ribu
Jokowi: Covid-19 Tak Mungkin Hilang Total yang Bisa Kita Lakukan Mengendalikan
Gibran: Kita Nggak Bisa Mikir Covid Terus, Ekonomi Lebih Penting

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.