Wamendagri Bima Arya Ingatkan Kepala Daerah 'Turun Gunung' Amankan Jalur Mudik: Jangan Ada Sumbatan karena Pasar Tumpah
Wamendagri meminta agar tidak ada sumbatan karena pasar tumpah atau perbaikan jalan yang dapat menghambat arus lalu lintas.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto meminta kepada seluruh kepala daerah untuk mengamankan jalur mudik. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 28-30 Maret 2025. Dia meminta agar tidak ada sumbatan karena pasar tumpah atau perbaikan jalan yang dapat menghambat arus lalu lintas.
"Kemendagri meminta agar seluruh kepala daerah mengamankan jalur mudik. Jadi jangan sampai ada sumbatan sumbatan karena pasar tumpah, karena biasanya kemacetan itu disebabkan pasar tumpah, perbaikan jalan dan sebagainya. Kepala daerah diinstruksikan untuk mengamankan jalur mudik,” kata Bima di Depok, Senin (17/3).
Jaga Stabilitas Bahan Pokok
Kemendagri juga meminta agar kepala daerah ikut menjaga stabilitas harga bahan pokok. Sehingga harga di pasaran masih dapat terjangkau dan tidak terjadi kelangkaan.
“Kepala daerah diminta untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, jangan sampai naik, jangan sampai langka distribusinya, produksinya, semuanya,” tukas Bima Arya.
ASN Dilarang Pakai Kendaraan Dinas
Bima juga mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak memakai fasilitas negara ketika mudik. Misalnya dengan menggunakan mobil dinas untuk mudik ke kampung halaman.
“Ya enggak boleh, dari dulu juga aturannya sama enggak boleh pakai fasilitas dinas ketika mudik,” tegas dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk mudik. Kendaraan dinas adalah fasilitas negara dan digunakan untuk keperluan kedinasan.
“Mobil dinas itu kan dibiayai oleh anggaran negara, jadi memang untuk keperluan dalam hal tugas-tugas kedinasan, tugas pemerintahan. Sementara kalau mudik itu udah in ikan pribadi ya. Jangan sampai juga nanti urusan yang sifatnya pribadi banget jauh dibiayai karena ini sangat berlawanan dengan semangat efisiensi. Kalau tadi instruksi Pak Mendagri itu kan memang sesuai dengan semangat efisiensi hari ini,” kata Chandra.