LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wamenag Dorong Mahasiswa PTKI jadi Agen Moderasi Beragama

Hasil penelitian itu menunjukkan generasi milenial sangat tertarik untuk mengakses literatur keagamaan. Masalahnya adalah terletak pada pilihan topik yang paling banyak diminati yakni jihad dan khilafah.

2021-09-18 02:30:00
Kemenag
Advertisement

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, mendorong mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi agen moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat.

"Anda semua harus bangga menjadi bagian dari PTKI yang selama ini menjadi tempat penyemaian terbaik Islam yang rahmatan lil alamin yang dipadu dengan ilmu-ilmu filsafat dan sosial humaniora," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (17/9).

Wamenag menyampaikan pesan itu saat memberikan pembekalan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar , Sulawesi Selatan, yang akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Advertisement

Dia mengutip hasil penelitian Pusat Studi Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2018. Bahwa ancaman ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan.

Penelitian sejenis dilakukan pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di 18 kota/ kabupaten di Indonesia berkenaan literatur keislaman generasi milenial.

Hasil penelitian itu menunjukkan generasi milenial sangat tertarik untuk mengakses literatur keagamaan. Masalahnya adalah terletak pada pilihan topik yang paling banyak diminati yakni jihad dan khilafah.

Advertisement

"Karenanya, jadikan Anda duta moderasi beragama yang menjadi katalisator untuk mendesiminasikan wawasan dan paham keislaman yang inklusif, toleran dan damai," katanya.

Menurut Wamenag, pengarusutamaan moderasi beragama setidaknya dilandasi oleh tiga hal yakni kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih sayang), lalu pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis.

"Sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif," katanya.

Terakhir, kata dia, yakni tanggung jawab untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatannya.

"Pemimpin tidak lahir dengan sendirinya, tetapi harus diciptakan melalui forum-forum pendidikan dan pelatihan. Gunakan kesempatan Kuliah Kerja Nyata ini untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan, berinteraksi dan membangun komunitas secara apik serta mengasah keterampilan kepemimpinan yang diperlukan," jelas Zainut.

Baca juga:
Kemenag Usulkan Umrah di Masa Pandemi Dilakukan Sistem Satu Pintu
Menag akan Koordinasi dengan Menkeu Soal Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan Pesantren
Menag: Presiden Teken Perpres Pesantren, Tidak Ada Alasan Pemda Tak Beri Anggaran
Perpres Jokowi: Pesantren Wajib Laporkan Dana CSR ke Menag
Bicara di Konferensi Antaragama G20, Menag Sampaikan Prinsip Universal Pendiri Bangsa
Guru Madrasah Digaji Rp50 Ribu Per Bulan, Kemenag Didesak Realokasi Anggaran

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.