Wali Kota Solo menentang ide Gubernur Ganjar terapkan 5 hari sekolah
Rudy beralasan dengan ide Ganjar justru membuat siswa cepat lelah belajar.
Rencana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menerapkan waktu belajar lima hari sekolah dalam sepekan, mendapat tentangan dari Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Pria akrab disapa Rudy itu menilai ide Ganjar kurang tepat dengan alasan kemampuan masing-masing siswa di sekolah berbeda.
"Tidak semua siswa bisa menerapkan sistem baru tersebut, kemampuan masing-masing siswa itu berbeda," ujar Rudy kepada wartawan, Rabu (8/7).
Menurut Rudy, penerapan sistem lima hari sekolah dipastikan akan terjadi penambahan jam dalam setiap harinya. "Kalau seperti itu apa enggak malah membuat siswa menjadi bosan? Kebijakan ini dipaksakan, pasti siswa tersebut akan merasa capek dengan rutinitasnya," tambah Rudy.
Rudy meminta pemerintah provinsi tetap menerapkan sistem pendidikan saat ini berlaku, yakni dengan enam hari masuk sekolah. Dia juga tidak yakin dengan penerapan lima hari masuk sekolah akan bisa memajukan pendidikan di Indonesia.
"Saya khawatir, kalau saat siswa tersebut libur, malah waktunya digunakan untuk bermain. Rencana ini perlu dikaji lagi. Saya tidak setuju dengan penerapan tersebut," ucap Rudy.
Ganjar memang berencana menerapkan waktu belajar lima hari sekolah dalam sepekan. Ganjar menilai dengan cara itu, kualitas pertemuan siswa dengan orangtua akan bertambah banyak. Ganjar mengemukakan, setiap orangtua harus memperhatikan kualitas pertemuan dengan anak-anaknya di luar jam sekolah, sehingga komunikasi anggota keluarga dapat berjalan baik.
Baca juga:
Penerimaan siswa baru di Depok diwarnai kekisruhan
Korban PPDB di Bandung 'berjatuhan', orang tua siswa ngeluh ke DPRD
PPDB di Bandung carut marut, Ridwan Kamil fokus usut mafia SKTM
Ridwan Kamil ancam polisikan wali murid pura-pura miskin
Ini 5 bukti pelajar di China paling stres sedunia