Wali Kota Respati Ardi Disebut-sebut Bakal Jadi Ketua Gerindra Solo
Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno, mengaku menginginkan sosok tokoh yang bisa menggantikannya yang sudah memimpin sejak 2012.
Wali Kota Solo Respati Ardi menanggapi isu santer yang menyatakan bahwa dirinya akan didapuk menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Solo. Meski tak mengiyakan, namun Respati mengaku masih menunggu penugasan tersebut dari pusat.
"Saat ini belum ada penugasan. Intinya saya tetap menunggu penugasan karena di struktur Partai Gerindra itu perintah dari atas," ujar Respati, Kamis (16/8).
Dikatakannya, saat ini dirinya masih fokus untuk menjalankan tugas sebagai Wali Kota Solo, utamanya meneruskan program pemerintah Presiden Prabowo Subianto terkait masalah MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kota Solo agar tetap zero accident.
"Ya, kita lihat nanti SK (Surat Keputusan)-nya, ini penugasan. Sekarang fokusnya banyak sekali yang harus dikerjakan. Seperti mempertahankan MBG zero accident, ini tugas khusus juga sebetulnya,” tandasnya.
Lanjut Respati, termasuk juga terkait pemotongan transfer ke daerah yang perlu ada kreativitas dan kerja bersama mengefisienkan dan merasionalisasi anggaran.
Respati menyampaikan, struktur di Partai Gerindra sendiri adalah perintah dari atas. Sehingga tidak ada yang mencalonkan diri maupun mengajukan diri.
"Intinya kami menunggu penugasan. Sambil menunggu, kita fokus mensukseskan program MBG zero acident. Untuk penugasan dari Gerindra, kita serahkan ke mekanisme partai," jelasnya.
Disinggung soal beda tugas dengan Wakil Wali Kota Astrid Widayani yang menjadi Ketua DPD PSI Solo, mantan Ketua HIPMI Solo mengaku tidak mempermasalahkannya.
"Sama aja cita-cita semua partai baik, semua baik," tandasnya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno, mengaku menginginkan sosok tokoh yang bisa menggantikannya. Karena sudah terlalu lama dirinya menjadi Ketua DPC Gerindra Solo sejak tahun 2012 sampai sekarang.
“Saya sudah berembuk walaupun dia (Respati) dengan sangat terpaksa tetap tidak mau. Dia pengen fokus di wali kota saja. Tapi kan harus mau gantianlah. Ya akhirnya sudah (bersedia),” ungkapnya.
Menurut Ardianto, proses melobi Respati menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Solo melalui proses panjang. Respati menyatakan kesediaannya baru sekitar sebulan terakhir ini.
“Itu sudah lama. Sudah lama cuma Mas Wali dari dulu kan masih penginnya masih fokus aja di wali kota. Nah saya kan harus gantilah jangan saya terus jadi DPC. Baru bisa menerima itu satu bulan yang lalu menyatakan bersedia,” terangnya.
Saat ini pihaknya telah mengajukan Surat Keputusan (SK) untuk meresmikan pergantian kepemimpinan di partai berlambang garuda ini.
“Ya kita kalau di tempat kami kan mekanismenya kita susun berdua terus kita usulkan ke DPD dan ke DPP nanti turun ke DPD ke DPC gitu,” jelasnya.
Menurutnya, menjadikan Respati sebagai pucuk pimpinan merupakan langkah strategis untuk membesarkan partai.
“Ya seorang wali kota pasti dia akan mempunyai peran yang sangat penting karena dia kan wali kota itu kan jabatan politis. Ketika dia jabatan politis yang mana 5 tahun ke depan masih ingin maju lagi ya dia betul betul harus bisa menata semua,” pungkasnya.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya penyusunan kepengurusan baru pada ketua baru. Ia akan berperan memberikan masukan sebagai orang yang telah berpengalaman di partai.
“Kepengurusan mungkin mau dikocok ulang atau sebagainya itu hak prerogatif beliau nantinya. Tapi intinya saya yakin dengan beliau menjabat sebagai wali kota, insyaallah. Saya juga masih tidak melepaskan begitu saja. Saya tetap dulu tetap harus begitu di dalamnya kita bertanggung jawab untuk membesarkan partai dengan peran seorang wali kota. Insyaallah akan semakin besar Gerindra di Kota Surakarta,” tuturnya.