LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wali Kota Mojokerto geram pompa air tak efektif atasi banjir

Walkot Mojokerto geram pompa air tak efektif atasi banjir. Sebelumnya sudah dipasang 14 pompa air berkapasitas besar dan 12 pompa air berkapasitaa kecil, di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kota Mojokerto.

2017-02-20 21:08:22
Banjir
Advertisement

Sebanyak 14 pompa air yang di pasang di titik rawan banjir di Kota Mojokerto, masih belum maksimal meminimalisir banjir langganan di wilayah Kota Mojokerto. Terbukti, masih ada ratusan rumah terendam banjir hampir satu meter di Kelurahan Meri dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, Jatim, Senin (20/2).

Hal ini menjadi perhatian serius Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus, saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Gununggedangan. Mas'ud sempat kaget karena pompa air yang ada sangat kecil sehingga pengurasan air di pemukiman warga terlalu lama.

"Pompa air ini sangat kecil, sangat lama untuk mengatasi banjir seperti saat ini. Setelah ini saya akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mencari titik tambahan dan volume untuk mengatasi dampak banjir," kata Mas'ud Yunus, saat meninjau SDN Gununggedangan 1 yang terendam banjir, Senin (20/2).

Menurutnya, kalau banjir tidak segera diatasi dampaknya bisa merugikan semua pihak. Tidak hanya dirasakan masyarakat, tapi juga mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terendam banjir.

"Kalau banjir seperti ini secara tidak langsung menggangu aktifitas masyarakat. Mulai dari sekolah diliburkan, ini sangat merugikan masyarakat khususnya para orangtua. Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat untuk mengatasinya secara bersamaan," jelasnya.

Masih kata Wali Kota, rencanaya akan menambah pompa air di sejumlah titik lokasi yang kerap dilanda banjir. Ditargetkan, penambahan pompa air bisa terealisasi pada tahun ini. Harapannya supaya warga bisa beraktifitas kembali tanpa diganggu oleh banjir.

"Kita targetkan, tahun ini kapasitas pompa air yang ada bisa ditambah. Termasuk penambahan pompa di titik rawan banjir. Supaya aktifitas warga tidak terganggu," tandasnya.

Kabaghumas Pemkot Mojokerto Heryana Dodik Murtono, mengatakan, sebelumnya sudah di pasang 4 pompa air berkapasitas besar dan 12 pompa air berkapasitaa kecil, di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kota Mojokerto. salah satunya di Kelurahan Gunung Gedangan.

"Sudah ada 4 pompa air kapasitas besar dan 12 pompa kapasitas kecil yang sudah dipasang di titik rawan banjir," katanya.

Sementara banjir sekarang ini, kata Dodik, ada 140 rumah di dua kelurahan di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang terendam banjir akibat luapan Kali Sadar. Yakni Kelurahan Meri dan Kelurahan Gunung Gedangan. Pemkot, kata Dodik sudah menyiapkan bantuan bagi warga korban banjir.

"Pemkot juga memberikan bantuan sembako untuk warga. Kami juga menyiagakan personel gabungan bila sewaktu-waktu terjadi banjir tinggi kalau diperlukan untuk evakuasi warga," pungkas Dodik.

Baca juga:
Disindir Anies soal banjir, Ahok bilang nggak ngerti matematik sih
Datangi lokasi banjir Bukit Duri, Ahok rayu warga mau direlokasi
Ratusan hektare sawah kebanjiran, petani terancam gagal panen padi
Normalisasi dilakukan Pemprov DKI belum maksimal
Banjir rendam tiga sekolah dasar di Mojokerto
Hujan sejak malam, Cipinang Melayu terendam banjir sepaha
Ratusan korban banjir Cipinang Melayu mengungsi di masjid

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.