LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wakapolri sebut kasus pimpinan KPK dihentikan, kecuali Samad & BW

Kenapa polisi tebang pilih? Apa alasan mereka yang lain disetop sementara Samad dan BW tetap lanjut?

2015-03-03 17:12:44
Kriminalisasi KPK
Advertisement

Wakapolri Komjen Badrodin Haiti menyebut kasus pimpinan KPK yang telah memasuki penyelidikan di Bareskrim Polri dihentikan. Kasus pimpinan KPK yang dipending di antaranya pelaporan atas nama Adnan Pandu Praja, Zulkarnaen, dan Johan Budi SP.

"Kasus yang dalam proses penyelidikan itu diupayakan untuk tidak diteruskan‎," kata Badrodin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Badrodin penghentian perkara sejumlah pimpinan KPK itu sengaja dilakukan untuk meredakan situasi hubungan antara KPK dengan Polri yang belakangan memanas. Kendati demikian, untuk kasus dua Pimpinan KPK nonaktif, Abraham Samad dan Bambang Widjajanto tetap dilanjutkan.

"Kalau yang sudah masuk penyidikan tetap lanjut. Karena solusi yang diambil atas semua itu dalam koridor hukum," ujarnya.

Sebelumnya pimpinan KPK dilaporkan sejumlah kelompok maupun individu ke Bareskrim Polri. Mereka dilaporkan usai menetapkan Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap saat menjabat Karobinkar Lemdikpol dan jabatan lainnya periode 2004-2006.

Abraham Samad dilaporkan dengan kasus dokumen palsu. Bambang Widjojanto dituding memberikan mengarahkan saksi memberi keterangan palsu. Sementara Johan Budi dilaporkan dalam kasus suap baju hansip. Zulkarnaen dilaporkan dalam kasus hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur.

Baca juga:
Rekan BW tangani sengketa Pilgub Kotawaringin Barat ditangkap Polri
JK akui kerabatnya pernah jadi pemilik ruko Abraham Samad
BW 'bernyanyi' ada potensi korupsi besar di pilkada serentak
Polri tak menutup kemungkinan kembali panggil Syahrini
'Maju-mundur' di Gedung KPK, Syahrini bikin kesal wartawan

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.