Wakapolri lapor Jokowi perkembangan kasus bocah tewas di acara bagi-bagi sembako
Mantan Kadiv Propam Polri ini mengatakan, penanganan kasus pembagian sembako masih berjalan. Dia memastikan, Polri bakal mengusut tuntas kasus tersebut.
Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin mendampingi Presiden Joko Widodo saat menerima pengemudi truk di Istana Negara, Jakarta. Di sela-sela acara ini, Syafruddin ingin melaporkan kepada Jokowi soal penanganan kasus pembagian sembako pada acara pesta rakyat yang berujung tewasnya dua orang anak di Monas.
"Ini saya mau lapor presiden," katanya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5).
Mantan Kadiv Propam Polri ini mengatakan, penanganan kasus pembagian sembako masih berjalan. Dia memastikan, Polri bakal mengusut tuntas kasus tersebut.
"Sudah diusut, nggak ada berhenti-berhenti itu semuanya," ucap dia.
Saat ini, penyidik masih terus mencari pelaku yang menewaskan dua anak meninggal. Mengenai pencabutan laporan oleh orang tua korban, Syafruddin tak mau ambil pusing.
"Nggak ada urusan mau cabut pelaporannya, mau apa. Tetap diusut oleh Polri, harus konsisten," tegas mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini.
Pada Sabtu (5/5) malam, Irfan Iskandar yang merupakan kuasa hukum Komariyah, ibu MRS bocah yang meninggal ketika pembagian sembako di Monas, melakukan pencabutan laporan atas kasus ini.
Irfan mengatakan, alasan keluarga melakukan pencabutan karena sudah menerima takdir anaknya meninggal. Serta ada perdamaian yang dilakukan dengan pihak panitia.
"Itu juga (berdamai), tapi yang paling prinsip karena mereka sudah merasa itu ketentuan Tuhan bahwa umur manusia Tuhan yang tentukan," ujar Irfan.
Dia menampik bahwa dalam kesepakatan berdamai, pihak panitia memberikan sejumlah uang. Irfan menegaskan, bahwa keluarga hanya telah menerima ditinggalkan oleh anaknya.
"Dari pihak panitia belum bisa dipastikan karena baru dari kuasa hukumnya. Saya nggak tahu kalau soal itu," kata dia.
Baca juga:
Ketua panitia bagi-bagi sembako: Kenal Bapak Charles Honoris pun tidak
Panitia klaim punya 100 anggota atur acara bagi sembako di Monas
Panitia bagi sembako di Monas: Kalau ada kerumunan massa wajar terinjak
Panitia beberkan proses perizinan acara bagi sembako ke polisi & Pemprov DKI
Kuasa hukum bantah Panitia FUI intimidasi orang tua korban agar cabut laporan
Diperiksa polisi, penyelenggara bawa surat izin acara bagi sembako di Monas