Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panitia bagi sembako di Monas: Kalau ada kerumunan massa wajar terinjak

Panitia bagi sembako di Monas: Kalau ada kerumunan massa wajar terinjak Dave Revano Santoso & pengacara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Hendry Indraguna, pengacara Ketua panitia acara bagi-bagi sembako, Dave Revano Santoso mengatakan sudah hal wajar jika ada insiden terinjak-injak saat massa berkerumun. Konotasi kata tersebut adalah tidak sengaja.

Demikian yang diungkap Komariyah, ibunda Rizki Syahputra, korban tewas saat acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Ibu Kokom lagi pada saat bertemu ya bukan di injak-injak tapi terinjak-injak, kata terinjak-injak itu konotasinya tidak sengaja, ya namanya kerumunan massa terinjak sedikit wajar bukan diinjak-injak," ujar Hendry kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/5) malam.

Kemudian, lanjutnya, ibunda Rizki juga menyebut jika anaknya tewas saat mengantre makanan bukan sembako.

"Waktu kemaren diadakannya islah, itu ibu Kokom (Komariyah) mengatakan beliau mengantri dimakanan bukan di sembako," tuturnya.

Untuk itu, Hendry meminta tidak ada lagi istilah 'sembako maut'. "Jadi kalau ada kata sembako maut itu salah harus diganti," sambungnya.

Meski demikian, panitia menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus tersebut kepada kepolisian.

"Tapi yang jelas kami kembalikan ke Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polda Metro, khususnya ditreskrimum kami percayakan untuk membuka fakta yang seadil-adilnya kami pengen dibukakan itu," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP