LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wajarkah buruh minta UMP Rp 3,7 juta?

Kemarin, ribuan buruh kembali turun ke jalan. Mereka melakukan aksi di depan Balai Kota Jakarta.

2013-09-04 07:16:00
Buruh
Advertisement

Kemarin, ribuan buruh kembali turun ke jalan. Mereka melakukan aksi di depan Balai Kota Jakarta mendesak agar upah minimum provinsi (UMP) 2014 sebesar Rp 3,7 juta.

Permintaan buruh ini ditanggapi beragam. Salah satunya dari anggota komisi IX DPR, Indra. Anggota dewan yang membidangi tenaga kerja ini juga mendukung langkah buruh.

"Kesimpulan itu sesuatu yang rasional. Itu Wajar kecuali upah buruh sudah layak sekarang masih rezim upah murah tunggu sampai upah sudah stabil nanti di tahun 2015 mereka hanya minta kenaikan beberapa persen," kata Indra saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/9).

Apalagi, menurut Indra, penuntutan UPM buruh ini juga dilatarbelakangi akibat kenaikan harga BBM. Yang pada akhirnya menyebabkan membengkaknya biaya kebutuhan para buruh.

"Kenaikan BBM punya imbas nyata, 20-30 persen tereduksi harga barang transportasi naik. Jadi tentunya yang ke depan itu, minimal pertambahan nilai upah implikasi harusnya dicarikan dan ditutupi. Jumlahnya bisa dikompromikan. Itu bukan sesuatu yang muluk layak dipertimbangkan mengingat beban kenaikan BBM," kata politikus PKS ini.

Faktor lain yang mendukung kenaikan UMP ini tak lain adalah naiknya upah buruh di negara-negara tetangga. Sehingga layak upah para buruh ini dinaikkan.

"Sudah di atas 3 Filipina. Filipina saja 3.2 juta kalau kinerja buruh Indonesia tipikal enggak jauh beda sama Filipina bahkan kita lebih baik daripada Filipina. Negara Thailand mampu menetapkan Rp 2,8 juta," lanjut Indra.

Saat ditanya soal kerugian yang akan diderita pihak perusahaan akibat kenaikan UMP ini, Indra memberikan solusi agar pemerintah segera membenahi pungutan liar yang dianggap membuat beban berat bagi perusahaan. "Saya mengerti ada imbas biaya produksi dan pengusaha juga tertekan sekarang harusnya mencari jalan yang terbaik untuk para pengusaha dan pegawainya, coba objektif biaya produksi upah buruh 9-12 persen dan biaya siluman seperti pungli sampai 19-24 persen kalau serius membenahi dunia usaha maka adalah solusinya," katanya.

Baca juga:
Menakertrans: UMP buruh di Jakarta Rp 2,2 juta sudah ideal
Ahok sepakati survei KHL buruh sebesar Rp 3,7 juta
Ahok: Perusahaan mana bisa bayar buruh Rp 3,7 juta per bulan
Soal kenaikan upah, buruh lebih manja dari PNS
Jokowi irit bicara soal demo buruh kenaikan UMP 2014

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.