Wagub Jabar Minta Kisruh Unggahan ITBFess dan Bobotoh Diproses Hukum
Erwan meminta aparat kepolisian turun tangan apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengimbau pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk menahan diri dan tetap tenang menyikapi polemik unggahan akun media sosial ITBFess. Ia memastikan persoalan tersebut kini telah ditangani secara serius oleh pihak Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Pihak ITB sudah memberikan klarifikasi, dan mudah-mudahan pihak yang bersangkutan bisa segera ditindak, baik oleh internal ITB," ujar Erwan kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/5).
Erwan juga meminta aparat kepolisian turun tangan apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. Ia menyayangkan munculnya komentar provokatif yang menyudutkan Bobotoh di tengah suasana perayaan gelar juara Persib.
"Biarkan proses hukum yang berjalan. Kepada warga masyarakat, saya minta untuk tetap tenang, jangan terpancing, dan jangan mudah terprovokasi. Kita harus tetap menjaga kondusivitas di Jawa Barat," tuturnya.
"Saya berharap kasus ini diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di negara kita," tegas Erwan menambahkan.
Bermula dari Unggahan soal Vandalisme
Polemik ini bermula dari unggahan akun ITBFess yang menyoroti dugaan aksi vandalisme di tugu masuk ITB saat konvoi perayaan juara Bobotoh beberapa waktu lalu. Namun, unggahan tersebut justru memicu rentetan komentar bernada provokatif dan berbau rasial yang menyudutkan Bobotoh.
Situasi itu kemudian memantik reaksi keras dari para suporter Persib yang mengaitkan akun tersebut dengan institusi kampus ITB.
Rektor ITB Sudah Minta Maaf
Menyusul polemik yang semakin memanas, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, akhirnya turun tangan dan bertemu langsung dengan sejumlah perwakilan Bobotoh.
Dalam pertemuan tersebut, Tatacipta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan ITB dan Persib merupakan dua elemen yang tidak terpisahkan sebagai bagian dari identitas Kota Bandung.
"Jadi yang pertama kali ingin saya sampaikan, ini saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan tadi yang sudah disampaikan di media sosial terutama," kata Tatacipta.