Viral Turis Larang dan Usir Warga Bali Bermain di Pantai
Sejumlah turis yang diduga berasal dari Arab Saudi diusir warga Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, lantaran sang turis yang belum diketahui identitasnya tersebut tidak mengizinkan warga bermain di pantai Desa Temukus.
Sejumlah turis yang diduga berasal dari Arab Saudi diusir warga Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, lantaran sang turis yang belum diketahui identitasnya tersebut tidak mengizinkan warga bermain di pantai Desa Temukus.
Larangan dari turis tersebut lantaran mereka telah menyewa sebuah vila di sana, dan tidak ingin adanya keberadaan orang lain. Hal ini membuat warga lokal geram dan sempat terjadi cekcok. Peristiwa yang terekam dalam video itu lantas viral di media sosial.
Gede Arya Adnyana (31) warga setempat yang tidak diberi izin ke pantai tersebut menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (22/7) sekitar pukul 18.00 WITA.
Ia menceritakan, awalnya dia bersama anaknya yang berinisial MC jalan-jalan dan mengunjungi pantai tempat turis tersebut. Kemudian datang seorang anak kecil berusia sekira 6 tahun.
"Setelah itu ada anak kecil datang, dia ngasih tahu bahasa Arab dan saya bilang mandi di sini. Karena di sebelah barat itu ada banyak lumut dan anak itu lari. Selang beberapa menitnya, bapaknya datang dengan nada kasar mengusir dalam bahasa Inggris," kata Adnyana saat dikonfirmasi wartawan, Selasa kemarin.
"Iya pokoknya bilang, kalau mau mandi di sini harus minta izin karena saya telah menyewa semua tempat ini dari vila sampai ke pantai," tambah Adnyana.
Mendengar hal tersebut, Adnyana kemudian bertanya kepada turis tersebut apa alasannya. "Saya tanya alasannya apa? (Dia bilang) saya dan anak-anak saya Muslim, dan tidak mengizinkan dia (istri) untuk melihat cowok lain. Apalagi anda hanya memakai celana boxer," jelas Adnyana.
Selanjutnya, Adnyana adu mulut dengan turis tersebut, dan menjelaskan bahwa pantai tersebut bukan untuk akses pribadi. Sang turis tetap ngotot. Kemudian Adnyana menelepon adiknya yang kebetulan Kelian Dusun setempat, dan datang bersama sekitar 15 warga untuk melakukan mediasi.
Namun turis tersebut tetap tidak terima jika warga berenang di lokasi. Kemudian, turis tersebut membawa pisau dan benda tumpul dan diacungkan kepada warga.
"Dia ngotot jangan mandi di sini. Saya panggil adik saya, yang kebetulan Kelian Dusun ke sana kita ngobrol, dan dia (turis) bawa pisau dapur dan sejumlah dua benda tumpul," ujarnya.
Mendapatkan perlakuan tersebut, akhirnya Adnyana melaporkan ke polisi. Namun turis tersebut tetap ngotot.
"Polisi bilang kita selesaikan dulu dan ditelepon superviser vila, dan dia pun tidak bisa memenuhi permintaan saya dan kami untuk mengusir bule ini," jelas Adnyana.
Kemudian, karyawan vila menghubungi kedutaan turis ini dan diminta pergi dari Bali. Tetapi, si turis minta maaf dan berkenan diizinkan berlibur di vila. Warga menolak karena takut terjadi hal yang tak diinginkan.
"Pada pukul 21.30 WITA, dia bersama 8 keluarganya pergi dari sana, kita kawal sampai perbatasan Desa Temukus, (kami katakan) silakan kunjungi tempat di luar Bali," ujar Adnyana.
"Intinya dia sangat kasar, nadanya tinggi, karena dia pakai Bahasa Arab jadi saya tidak mengerti kecuali yang bahasa Inggris," ujar Adnyana.
Baca juga:
Dikabarkan Berdamai, Kasus Pengemudi Rubicon Tabrak Panitia Milo Run Tetap Diproses
Pekan Depan, 2 YouTuber Diperiksa Dugaan Pencemaran Nama Baik Garuda Indonesia
Penjelasan BPSPL Viral Video Ikan Terdampar di Bali, Tak Terkait Gempa
Tidak Ditahan, Sopir Rubicon Terobos Lomba Lari 10K Milo Jadi Tersangka
Tabrak Panitia di Acara Milo Run 2019, Pengemudi Rubicon Terancam Penjara 5 Tahun
Polisi Panggil Pemilik Rubicon Terobos Acara Milo Run 2019