Viral Pulau Sampah Muara Angke, Gubernur Pramono Angkat Suara
Pramono mengatakan, tumpukan sampah yang mengapung di perairan Muara Angke tersebut saat ini telah dibersihkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya melakukan pembersihan rutin di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Langkah ini untuk mencegah terulangnya fenomena pulau sampah yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Pramono mengatakan, tumpukan sampah yang mengapung di perairan Muara Angke tersebut saat ini telah dibersihkan. Namun, ia meminta pembersihan dilakukan secara berkala mengingat kawasan tersebut merupakan muara dari sejumlah sungai yang bermuara di Teluk Jakarta.
"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan," kata Pramono di kawasan Car Free Day (CFD) Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan hamparan sampah mengapung di perairan Muara Angke. Tumpukan sampah yang didominasi limbah plastik tampak menutupi permukaan air hingga membentuk hamparan menyerupai pulau kecil.
Pramono menjelaskan bahwa sedimentasi dan penumpukan sampah di Muara Angke bukanlah fenomena baru. Menurut dia, kawasan tersebut menjadi titik akhir aliran sejumlah sungai yang melintasi Jakarta sebelum bermuara ke laut.
"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana dan ini sudah berlangsung lama," jelasnya.
Dua Sisi Penumpukan Sampah
Pramono menilai kondisi tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi, penumpukan sampah di Muara Angke berfungsi menahan sampah agar tidak terbawa lebih jauh ke wilayah Kepulauan Seribu.
"Ada plus-minusnya. Plusnya adalah sampah itu kemudian tidak terdorong sampai dengan Pulau Seribu. Itu adalah plusnya. Minusnya kalau tidak secara rutin dibersihkan, maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah," kata dia.
Ia mengungkapkan proses pembersihan tumpukan sampah di Muara Angke membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Saat ini, kondisi kawasan tersebut telah kembali bersih setelah dilakukan penanganan oleh petugas.
"Dan sekarang ini terus terang sudah dibersihkan, dan memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu," ujar Pramono.
Ia menekankan kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pramono bilang bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini juga tengah mendorong gerakan pilah sampah di tingkat masyarakat agar volume sampah yang masuk ke sungai dan berakhir di pesisir dapat terus ditekan.