Viral Pajero Berpelat Dinas Polisi Isi BBM di SPBU Tersegel, Ini Penjelasan Polda Banten
Penyegelan SPBU itu dugaan pencampuran BBM jenis Pertamax dengan zat lain.
Aktivitas mobil SUV merek Pajero Sport Dakar berpelat dinas polisi saat mengisi BBM di SPBU Ciceri, Kota Serang, Banten viral di medsos. Pasalnya, SPBU itu tengah disegel saat ini.
Penyegelan SPBU itu dugaan pencampuran BBM jenis Pertamax dengan zat lain.
Pada video terlihat kendaraan berbahan bakar diesel itu sedang mengisi BBM di SPBU bernomor 34.421.13, yang disegel sementara sejak 24 Maret 2025 lalu.
Mobil mewah dengan pelat dinas polisi tersebut dilayani petugas di area dispenser untuk jenis Pertamina Dex, Bio Solar, dan Dextlite meski status SPBU masih dalam masa pembinaan.
Setelah mengisi, mobil berpelat dinas tersebut melaju ke arah akses Tol Serang Timur melalui jalan Ahmad yani Kota Serang
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto membenarkan Pajero itu adalah mobil dinas kepolisian milik SPN Polda Banten. Mobil tersebut mengisi bahan bakar Pertamina Dex (Solar Industridi) dikarenakan masih ada kerjasama antara Polda Banten dan SPBU Ciceri.
"Bahwa terkait pengisian mobil dinas benar milik SPN Polda Banten, di mana Polda Banten bekerja sama dengan SPBU tersebut untuk pengisian kendaraan dinas dan mobil dinas yang melakukan pengisian adalah mobil yang menggunakan bahan bakar minyak berjenis Pertamina Dex dan untuk jenis tersebut tidak bermasalah," ujar Kombes Didik pada, Selasa,(08/04).
Didik menyampaikan bahwa di SPBU Ciceri tidak ada pemutusan akses layanan. Karena penyegelan sementara hanya dilakukan nozzle Pertamax yang diduga dioplos atau Palsu.
"Tidak ada pemutusan akses layanan, salah satu nozzle yang disegel adalah nozzle pengisian BBM Pertamax dan saat ini masih dalam tahap diuji coba di laboratorium Pertamina Jakarta dikarenakan adanya hari libur hasil belum keluar dan jika sudah keluar penyidik akan menyampaikan informasinya," ujar Didik.
Didik mengajak kepada masyarakat khususnya warga Banten agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Kita harus mengedukasi diri sendiri dan orang lain untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Salah satu langkah penting adalah melakukan konfirmasi kebenaran sebelum membagikan sebuah informasi,” tutup Didik.