Video 5 pria berjubah sedang menembak menyebar di Samarinda
Ada sedikitnya lima pria berpakaian gamis dalam video berdurasi 1 menit 33 detik itu, bergantian menembakkan senjata api diduga jenis AK 47 dan senjata laras pendek. Mereka dengan lantang terus menembakkan senpi ke udara dan pepohonan di sekitar.
Video pendek hasil rekaman ponsel berisi lima pria sedang menembak menyebar melalui pesan instan di Samarinda, Kalimantan Timur. Polisi pun meminta masyarakat tetap tenang.
Ada sedikitnya lima pria berpakaian gamis dalam video berdurasi 1 menit 33 detik itu, bergantian menembakkan senjata api diduga jenis AK 47 dan senjata laras pendek. Mereka dengan lantang terus menembakkan senpi ke udara dan pepohonan di sekitar.
Terdengar tangisan bayi di sekitar mereka, yang kemungkinan takut mendengar suara tembakan. Aksi menembak itu sendiri berada di pinggir jalan sebuah lokasi diduga perkebunan, di sekitar permukiman warga. Sesekali terdengar percakapan dalam bahasa melayu. Belum diketahui pasti lokasinya.
Bagi kepolisian, sebaran video itu sudah mereka diketahui. Meski memang, belum bisa dipastikan, kebenaran lokasi berada di Kalimantan.
"Oh yang menembak-nembak itu ya? Iya, yang pakai jubah, ke arah kebun itu?" kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana saat berbincang bersama merdeka.com, Kamis (6/7).
Ade menjelaskan, sejauh ini belum bisa dipastikan lokasi pengambilan gambar itu berada di Kalimantan, maupun khususnya di Kalimantan Timur. "Apapun itu bentuk videonya, selama itu tidak diikuti, tidak diberikan keterangan resmi, tidak bisa serta merta diidentifikasi di wilayah mana," ujar Ade.
"Karena video itu hitungan detik bisa tersebar. Saya tidak bisa komentar itu di wilayah mana. Kalau di Kalimantan Timur, sulit juga. Apa indikasinya?" tambahnya.
Diterangkan Ade, itu akan menjadi lain apabila dalam video, terlihat ikon atau gedung tertentu, yang menandakan ciri khas daerah di Kalimantan Timur, selain adanya pernyataan dari pemeran dalam video. "Logatnya dalam video itu kan, kalau mendengar logatnya, saya tidak melihat itu logat dari Kalimantan Timur," ungkap Ade.
Ade berharap, masyarakat juga tetap tenang dengan adanya sebaran video tersebut. "Jangan jadi ketakutan. Sekarang memang, dunia internet dan teknologi informasi, jadi propaganda aksi terorisme," terang Ade.
Baca juga:
Gambar bendera ISIS di rumah tersangka teror dihapus
Pria depresi asal Subang buka pendaftaran anggota teroris
Cegah aksi terorisme, anggota polisi berlatih silat
JK: Penyerang brimob di Masjid Falatehan bukan Islam yang benar
Soal selebaran dan bendera ISIS, Polri sebut itu cara mereka eksis