Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK: Penyerang brimob di Masjid Falatehan bukan Islam yang benar

JK: Penyerang brimob di Masjid Falatehan bukan Islam yang benar JK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyesalkan penyerangan dua anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Menurutnya, pelaku tidak memahami Islam dengan benar.

"Dia sama-sama salat, tiba-tiba dia tikam. Kalau dia Islam betul, masa orang ditikam. Jadi bukan Islam yang benar," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/6).

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini menuturkan, pelaku sengaja menyerang polisi karena dinilai membatasi pergerakan mereka. Apalagi belakangan polisi kerap menangkap pelaku teror di Tanah Air.

Aksi penyerangan terhadap polisi, lanjut dia, tidak lepas dari pengaruh internet. Sebab, para pelaku terdorong melakukan aksi teror setelah belajar dari internet.

"Teknologi juga itu membuat menyebabkan orang radikal. Itu tandanya lone wolf itu. Karena yang mengajarkan itu bukan orang. Mereka membaca di internet dan sebagainya," ucap dia.

"Teknologi juga ada radikalismenya di dalam kan, di samping ada yang baik, ada pengajaran, pelajaran, ada juga porno, ada juga radikalisme. Jadi sampah masuk sampah keluar," sambungnya.

Guna mengantisipasi bertambahnya pelaku teror akibat teknologi, pemerintah menugaskan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mendelete (menghapus) dan memblokir situs yang berbau radikal. Di samping itu, pemerintah mendorong warga untuk fokus pada pekerjaan sehingga tidak mudah terpengaruh teknologi.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP