LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Vaksinasi Diharapkan Tidak Bikin Lengah, Masyarakat Harus Tetap Terapkan Prokes

"Pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah,” ujar Jokowi.

2021-04-20 16:50:15
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak tidak menyepelekan Covid-19. Meski saat ini penularan Covid-19 sudah menurun, kata Jokowi, semua jangan lengah dan terus waspada.

"Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,’ tegas Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (20/4).

"Pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah,” ujar Jokowi.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mendampingi Presiden Jokowi menambahkan, protokol kesehatan jangan diabaikan meski telah mendapatkan vaksinasi. Sebaliknya, protokol kesehatan tetap harus dijalankan mengingat potensi risiko lonjakan kasus penularan masih dapat terjadi.

"Jangan lupa terus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. Jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain di Eropa, Asia, maupun Amerika Selatan," kata Budi.

Terpisah, Ketua Junior Doctor Network (JDN) Indonesia dr. Andi Khomeini Takdir mengatakan, saat ini sudah mendekati 100 hari program vaksinasi berjalan di Indonesia. Dia mengingatkan, vaksinasi tidak jadi jaminan bahwa tidak akan terkena Covid-19. Vaksinasi sebagai upaya melatih sistem pertahanan tubuh untuk berhadapan kalau virus itu masuk.

Advertisement

"Kalau semua paham situasinya seperti itu maka tidak bisa tidak, kita masih harus terus lanjut dengan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," ujar dr. Andi.

Jangan sampai, lanjutnya, dengan vaksinasi justru membuat abai dengan protokol kesehatan. Menurutnya, vaksinasi harus tetap didorong. Namun pada saat yang sama upaya 3M dan juga 3T harus tetap dijalankan hingga pandemi ini benar-benar berakhir.

dr Andi mencontohkan, India telah melakukan vaksinasi dengan luar biasa. Bahkan dalam satu hari pernah 3 juta penduduknya divaksinasi. Namun hal itu membuat masyarakatnya abai dengan protokol kesehatan.

"Dan di India belakangan ini terjadi hingga 200 ribu kasus baru per hari," kata dr Andi.

Baca juga:
Pemerintah Daerah Diminta Segera Vaksinasi Covid-19 Para Pekerja Seni
Pekerja Seni Mulai Disuntik Vaksin, Perekonomian RI Diyakini Segera Pulih
IDI Sebut Perubahan Suhu Tidak Langsung Berdampak Efektivitas Vaksin
CEK FAKTA: Tidak Benar Penyintas Covid-19 Langsung Divaksin Tanpa Menunggu 3 Bulan
3.300 Guru di Depok Sudah Vaksinasi Covid

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.