Utamakan keselamatan jiwa, program diet Rizki butuh waktu lama
Tim dokter memfokuskan pemulihan kesehatan Rizki setelah melewati masa kritis.
Belajar dari kejadian koma yang dialami Rizki Rahmat Ramadhon (10), tim dokter akan mengutamakan keselamatan jiwanya ketimbang penurunan berat badan. Sebab, program diet Rizki membutuhkan waktu lama dan tak bisa dipaksakan.
Salah satu tim dokter penanggungjawab (DPJB) pasien Rizki, dr Yulius Anzar mengungkapkan, pihaknya saat ini memfokuskan pemulihan kesehatan Rizki setelah melewati masa kritis. Jika sudah mendukung, program dietnya baru bisa dilakukan dengan mengatur asupan nutrisinya.
"Yang jelas kami mengutamakan keselamatan jiwanya dulu, untuk penurunan berat badan jangka panjang, tidak boleh di luar mendadak," ungkap Yulius, Sabtu (23/7).
Dalam perawatan di ruang ICU, kata dia, Rizki mulai belajar minum susu melalui selang yang dipasang melalui hidung. Dokter sengaja belum memberikan makanan apapun demi kesehatan Rizki.
"Yang penting asupan gizinya dulu terpenuhi, untuk yang lain-lain bisa kita atur kemudian," ujarnya.
Dia menambahkan, agar perawatan Rizki lebih optimal mengingat merupakan pasien pertama kasus tersebut, RSMH Palembang menurunkan 25 tim medis yang terdiri dari 15 dokter spesialis dan 10 perawat. Dokter yang ditunjuk merupakan berpengalaman di bidangnya.
"Kalo saya spesialis nutrisi atau gizi, saya mengurus salah satunya obesitas," pungkasnya.
Baca juga:
Komunikasi, Rizki bocah obesitas pakai handphone buat SMS
Sadar setelah 11 jam koma, 'mama' kata pertama diucapkan Rizki
Rizki koma dan pendarahan di tengah usaha mengurangi berat badan
Dipasang selang oksigen, mulut Rizki keluar darah
Tangan Rizki sempat bergerak, keluarga harap-harap cemas
Rizki koma setelah minta dimandikan karena merasa gerah