Usai terobos lampu merah, 2 pemabuk serang polisi pakai celurit dan pedang
Dua anggota Polsek Gamping, Sleman, DIY, menjadi korban pembacokan dua pemuda bersenjata tajam, Sabtu (2/9) dini hari. Pembacokan berawal saat kedua petugas tersebut berpatroli rutin di Patran, Godean dan melihat dua pemuda menerobos lampu pengatur lalu lintas sembari mengacung-acungkan senjata tajam.
Dua anggota Polsek Gamping, Sleman, DIY, menjadi korban pembacokan dua pemuda bersenjata tajam, Sabtu (2/9) dini hari. Pembacokan berawal saat kedua petugas tersebut berpatroli rutin di Patran, Godean dan melihat dua pemuda menerobos lampu pengatur lalu lintas sembari mengacung-acungkan senjata tajam.
Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi menuturkan dua anggotanya yaitu Briptu Dian dan Briptu Rico terluka karena diserang dua pemuda berinisial R (21) dan Y (27) yang merupakan warga Arjasa, Sumenep, Jawa Timur. Kedua pemuda yang menyerang anggotanya itu dalam kondisi mabuk.
"Saat itu anggota intel dan reskrim Polsek Gamping sedang menggelar patroli rutin. Sekitar pukul 03.00 WIB, anggota saat itu melintas di daerah Patran Godean. Saat itu anggota yang berpatroli melihat dua pengendara motor berboncengan melanggar lampu merah dan mengacungkan senjata tajam," tutur Herwinedi, Sabtu (2/9).
Herwinedi menyampaikan bahwa aksi kedua pelaku mengacung-acungkan senjata itu diamati petugas. Kemudian petugas yang sedang berpatroli mengikuti pelaku hingga rumah kontrakannya di daerah Modinan, Gamping.
"Petugas berusaha menangkap pelaku di rumah kontrakannya. Saat akan ditangkap pelaku memberikan perlawanan. Petugas sudah memberitahu jika mereka adalah polisi," jelas Herwinedi.
Herwinedi mengatakan jika saat diberitahu bahwa petugas yang akan menangkap adalah polisi, kedua pelaku justru menantang. Pelaku menjadi kalap dan berani menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Petugas yang kaget melihat serangan kedua pelaku pun tak sempat menghindar.
"Akibat serangan kedua pelaku, Briptu Rico dan Briptu Dian terkena sabetan senjata tajam. Briptu Rico luka sabetan di punggung sedangkan Briptu Dian mengalami luka di pelipis sebelah kiri dan tangan kiri," urai Herwinedi.
Kedua pelaku akhirnya dilumpuhkan petugas. Keduanya saat ini diamankan di Mapolsek Gamping. "Pelaku masih kami periksa intensif. Dari tangan pelaku kami mengamankan dua senjata tajam yaitu celurit dan pedang," tutup Herwinedi.
Baca juga:
Disangka muslim, rumah keluarga asal Sri Lanka ini dirusak
Gara-gara senggolan mobil, kader Golkar dilempar botol dan ditampar
Polisi kantongi identitas perusak kaca gedung Balai Kota Tangsel
Kronologi insiden pemecahan pintu kaca kantor Wali Kota Tangsel
Warga mengamuk rusak kaca gedung Balaikota Tangsel
Ini pria berpedang yang terobos Istana Kepresidenan Taiwan