Usai Longsor, Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Normal dalam Sepekan
Pemprov DKI menargetkan operasional TPST Bantargebang kembali normal dalam sepekan setelah longsor di zona 4A. Pengolahan sampah dialihkan sementara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan kegiatan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dapat kembali berjalan normal dalam waktu sekitar satu pekan.
Target tersebut disampaikan setelah terjadinya longsor di zona 4A pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan proses penataan area yang terdampak longsor masih berlangsung hingga saat ini.
“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” kata Asep dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/3/2026).
Saat ini TPST Bantargebang masih tetap menerima kiriman sampah dari wilayah Jakarta melalui beberapa zona yang masih berfungsi.
Operasional Sementara Melalui Zona Lain
DLH DKI Jakarta menyatakan aktivitas pembuangan sampah masih dilakukan melalui zona yang tidak terdampak longsor, yaitu Zona 1, Zona 2, dan Zona 5.
Melalui tiga zona tersebut, TPST Bantargebang masih mampu menampung sekitar 4.000 ton sampah per hari dari Jakarta.
Sambil menunggu proses penataan area longsor selesai, Pemprov DKI juga mengoperasikan sejumlah fasilitas pengolahan sampah lainnya untuk menjaga kelangsungan sistem pengelolaan sampah ibu kota.
Salah satu fasilitas yang dimanfaatkan adalah RDF Plant Rorotan yang berada di Jakarta Utara.
Fasilitas Pengolahan Sampah Tambahan
Asep menjelaskan RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan secara bertahap untuk menampung sebagian sampah yang sebelumnya dikirim ke TPST Bantargebang.
“RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1000 ton per hari,” ujar Asep.
Selain fasilitas tersebut, pengolahan sampah juga dilakukan melalui RDF Plant yang berada di Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari.
Pemprov DKI juga memanfaatkan fasilitas PLTSa Merah Putih yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 100 ton sampah per hari.
Dengan skema pengolahan tersebut, DLH DKI memperkirakan total sampah Jakarta yang dapat ditangani hingga akhir pekan ini mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.