Usai gedung baru, kini anggota DPRD Bandung ingin alat fitnes
Usai gedung baru, kini anggota DPRD Bandung ingin alat fitnes. Pagu anggaran pengadaan alat-alat fitnes mencapai Rp 700 juta. Nantinya akan ditempatkan di lantai satu gedung, di dalam ruangan seluas 13x8 meter persegi.
DPRD Kota Bandung menjadi sorotan. Ini lantaran keinginan para wakil rakyat memiliki tempat fitnes. Tambahan fasilitas kebugaran ini diminta tak lama setelah anggota dewan menempati gedung baru yang berada di Jalan Sukabumi, Bandung.
Pengajuan pembelian alat-alat fitnes dipatok seharga Rp 700 juta. Nantinya alat-alat yang terbeli akan ditempatkan di ruang seluas 13x8 meter persegi di lantai satu.
"Pengadaan alat fitnes ini usulan bersama antara sekretariat dan anggota DPRD," tutur Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Bandung, Jaja Nurjaman kemarin.
Jaja berdalih pengajuan pembelian alat fitnes ini sudah dibahas sejak tahun 2015. Dan telah mendapat persetujuan DPRD Kota Bandung.
Lebih lanjut Jaja menceritakan, sebagian alat fitnes ini sebenarnya sudah ada sejak Gedung DPRD masih berada di Jalan Aceh, Bandung. Namun karena tidak memiliki ruangan khusus, sehingga alat-alat tidak terpakai.
Saat ini pengadaan alat fitnes sudah memasuki tahap lelang. Jika tidak ada peserta yang mengajukan penawaran harga, bisa saja lelang pengadaan alat fitness ini batal.
Saat ditanya detail mengenai jenis alat-alat fitnes, Jaja mengaku tidak hafal. "Kurang tahu. Tapi yang jelas alat untuk kebugaran," ulasnya.
Ditanya perihal alat fitnes ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ogah berkomentar banyak. Menurutnya alokasi penggunaan dana APBD adalah untuk kebutuhan masyarakat, PNS, pemerintahan dan anggota dewan.
Disinggung besaran anggaran untuk pengadaan alat fitnes ini, menurutnya nilai kewajarannya harus dilihat secara fair.
"Kalau angka itu harus fair belinya satu atau 20 unit alat, itu kan beda. Menurut saya kewajarannya bukan dari akumulasi angkanya, tapi dari harga satuan barangnya. Kalau satuannya wajar dan jumlahnya banyak ya pasti angkanya besar," ucapnya.
Saat kembali disinggung, apakah alat fitnes memang dibutuhkan dan dianggarkan untuk anggota dewan, dia kembali tidak banyak berkomentar.
"Saya tidak bisa berkata butuh," terangnya.(mdk/cob)