Usai direvitalisasi, Pasar Amahami Bima ramai pembeli
Salmuni merasa nyaman karena tidak bau dan becek seperti gambaran masyarakat umum kebanyakan.
Revitalisasi pasar raya Amahami di Bima, Nusa Tenggara Barat membuat para pedagang untung. Lokasi yang bersih dan nyaman membuat jumlah pembeli meningkat.
"Iya lumayan nambah (peningkatan yang naik) di sini, bisa Rp 200.000-Rp 300.000 perhari," ujar Salmuni pedagang di Pasar Amahami, Jumat (29/4).
Salmuni yang berjualan sayur mayur, dan buah kawista itu mengaku lebih senang berjualan di pasar Amahami sekarang ini. Terlebih lagi tidak ada biaya sewa jika berjualan disana.
Meski pasar Amahami tergolong pasar tradisional, Salmuni merasa nyaman karena tidak bau dan becek seperti gambaran masyarakat umum kebanyakan. Pasar Amahami memiliki tiga gedung, agar tidak terlihat kumuh lapak lapak pedagang pun di klasifikan.
"Di sini buat yang jualan sayur kalau yang (pedagang) daging di belakang, kalau baju sama sembako di gedung sana," kata Salmuni dengan logat khas Bima.
Seperti diketahui, revitalisasi pasar Amahami sudah terlaksana beberapa bulan lalu namun belum diresmikan secara resmi oleh Kementerian Perdagangan. Akhirnya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasar kebanggaan kota Bima itu diresmikan.
Para pedagang di sana menyambut antusias kedatangan Jokowi beserta jajaran petinggi negara lainnya seperti Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.
Pasar Amahami sendiri berdiri di lahan seluas 5 hektar dengan menelan anggaran Rp 7 miliar. Bahkan Jokowi pun menginstruksikan Mendag Thomas Trikasih Lembong untuk menambah gedung baru di Pasar Amahami karena masih banyak pedagang yang belum tertampung.
Baca juga:
Jokowi perintahkan Menteri Lembong tambah lapak Pasar Amahami NTB
Harga sewa kios mendadak naik, pedagang pasar di Kendari mengamuk
Menikmati suasana malam di pasar tradisional Suriah
Anak buah lakukan pungli, Dirut PD Pasar Jaya segera dicopot Ahok
Pedagang ngotot tak mau pindah ke pasar induk Medan