Harga sewa kios mendadak naik, pedagang pasar di Kendari mengamuk
Merdeka.com - Ratusan pedagang pasar Mall Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/4), berunjuk rasa dengan menutup akses masuk pasar. Mereka naik pitam lantaran pengelola menaikkan uang sewa cukup tinggi.
Para pedagang membakar ban bekas, lalu memarkir sebuah truk di tengah jalan masuk pasar itu. Pemblokiran jalan terjadi di Lasandara, samping pasar mall Mandonga. Pedagang keberatan lantaran pihak pengelola menaikkan sewa tarif kios dengan besaran 100 persen dari biasanya.
"Ini sama halnya sudah membunuh usaha kami sebagai pedagang kecil di pasar. Kalau biasanya tarif sewa kios hanya Rp 6 juta per bulan, kini langsung dinaikkan antara Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per kiosnya," kata Sidik (40), salah seorang pedagang mall Mandonga.
Sidik merasa, kenaikan sewa tarif dilakukan sepihak itu membuat ratusan pedagang menjual kebutuhan sembilan bahan pokok, dan penjaja pakaian, sepatu, serta barang kebutuhan rumah tangga langsung marah.
Seperti dilansir dari Antara, seorang karyawan pengelola pasar babak belur dihajar puluhan pedagang pasar. Mereka melampiaskan kemarahan terhadap pimpinan pengelola pasar karena menaikkan tarif sepihak, kepada orang itu.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang terhimpun dalam komunitas pedagang mall Mandonga turun ke jalan. Mereka menuju kantor Wali Kota Kendari buat menyampaikan aspirasi.
Situasi di pasar Mall Mandonga, tampak puluhan kios tutup lantaran ditinggal pemiliknya berdemo. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya