Usai cerai, Cahyo ajak anak menabrakkan diri ke KA Gajayana
Peristiwa ini pun membuat keluarga hingga teman sekolah berduka.
Santa Maria Claudia (8) beberapa hari lalu meninggal secara tragis bersama ayahnya, Oktavianus Cahyo Saputro (36). Mereka menabrakkan diri ke kereta api Gajayana yang sedang melaju kencang di perlintasan Purwosari, Solo. Tubuh anak dan bapak tersebut hancur hingga tak bernyawa lagi.
Duka mendalam atas kepergian Claudia tak hanya dirasakan keluarga Sri Lestari (32) istri Cahyo dan ibu korban. Namun siswa dan Guru di SD Ngabeyan 3, Kartasura pun merasakan kehilangan sosok gadis periang dan pintar itu.
Kepada wartawan, Waliyani, salah satu guru SD tersebut terlihat masih terisak menangis saat menceritakan siswinya tersebut.
"Claudia itu siswi yang sangat disiplin dan siswa cerdas, kami sangat kehilangan dia," ujar dia, Rabu (25/3).
Menurut guru kelas 2 tersebut, sebelum terjadinya kecelakaan, Claudia sempat mengungkapkan kata-kata terakhir.
"Ia bilang ke teman-temannya akan liburan panjang dengan ayahnya. Tidak tahunya Jumat malam saya ditelepon kalau ia kecelakaan tertabrak kereta," kisahnya.
Waliyani menambahkan, Claudia sangat pandai menulis dengan rapi, jika dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya.
"Anak itu tidak hanya tulisannya yang rapi bajunya juga rapi. Selain periang rambutnya juga sering dikepang dua," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Oktavianus Cahyo Saputro dan anaknya Santa Maria Claudia warga Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditemukan tewas mengenaskan di perlintasan rel kereta api antara Stasiun Purwosari hingga Stasiun Balapan, Jumat (20/3) tengah malam. Keduanya diduga sengaja menabrakkan diri ke Kereta Api Gajayana rute Jakarta-Malang.
Dari penelusuran merdeka.com, Santa Maria Claudia merupakan siswa kelas 2 SD Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, putri dari Sri Lestari, hasil perkawinan dengan Cahyo. Namun pasangan Lestari dan Cahyo diketahui Rabu pekan lalu melakukan sidang putusan cerai di Pengadilan Negeri Sukoharjo.
"Ibunya Claudia (Lestari) itu klien saya. Rabu kemarin sidang putusan di PN Sukoharjo. Hak asuh seharusnya jatuh ke dia, tapi kenapa kok malah dibawa mantan suaminya, dan kecelakaan seperti ini," ujar Asri Purwanti, kuasa hukum Sri Lestari, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (21/3).
Sementara itu kakak Cahyo, Bambang Maryanto menambahkan semenjak proses cerai Claudia selalu bersama ibunya. Namun saat liburan Claudia tinggal bersama ayahnya.
"Waktu itu Claudia dibawa bapaknya sepulang sekolah karena hari Sabtu kan libur. Ia rencana mau menginap di rumah bapaknya. Kami tidak tahu kenapa bapaknya malah mengajak pergi sampai terjadi peristiwa ini," terangnya.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, saat kejadian, tak banyak warga yang mengetahuinya. Kereta api Gajayana bahkan sempat berhenti untuk memberitahukan kejadian tersebut ke petugas palang pintu. Warga dibantu petugas sempat mencari jasad keduanya yang terpisah.
"Kedua korban sudah kami bawa ke RSUD Dr Moewardi untuk divisum. Kondisinya memprihatinkan, dengan trauma di kepala," ujar Kapolsekta Laweyan Solo Kompol M Dzulfikar," Sabtu (21/3).
Kapolresta Solo Kombes Pol Achmad Lutfi mengatakan pihaknya menduga Cahyo sengaja menabrakkan diri bersama anaknya. Disaat bersamaan polisi juga menemukan dompet berisi uang Rp 7 ribu, kalung rosario, kertas bukti transfer, SIM B1. Tak hanya itu polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang berisi keinginan korban untuk dikubur satu liang lahat.
"Kami juga menemukan surat wasiat dan nomor handphone mantan istri beserta orang tuanya," ucapnya. Kapolresta menduga korban mengajak anaknya untuk melakukan bunuh diri dengan menabrakkan diri kereta api.
Baca juga:
Kesal pacar selingkuh, gadis ini tempel pembalut di mobil kekasihnya
Polisi ganteng ini tak bisa tugas karena difoto ratusan kaum hawa
Gara-gara mencuri, pemulung harus rela menikah di tahanan
Dibuang ayah di stasiun kereta, tiga bocah ini diselamatkan Twitter
Pria China tetap hidup walau dilindas bus