Usai Banjir, Bengkel dan Steam Motor di Bekasi Diserbu Warga
Banyaknya motor yang dititipkan untuk dibersihkan di steam motor miliknya mengakibatkan tidak cukupnya tempat untuk memarkirkan antrean motor untuk dibersihkan.
Banjir melanda beberapa wilayah di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mulai surut. Warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir.
Di balik dari musibah banjir ada berkah bagi sebagian orang. Salah satunya dirasakan Toni, montir bengkel Injection Motor di dekat Vila Nusa Indah Blok E, Bekasi.
Dia mengatakan, hari ini bengkelnya kebanjiran antrean motor untuk di service. "Dari jam sembilan tadi saya buka sampai jam satu ini, enggak berhenti-henti warga datang bawa motornya ke sini untuk di service," kata Toni, di Bekasi, Jumat (3/1).
Toni mengatakan, dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB siang tadi, sudah ada 20 motor yang dititipkan padanya untuk diperbaiki.
Diketahui banjir di Vila Nusa Indah Blok E, Bekasi, pada hari Rabu (1/1), mencapai setinggi dada orang dewasa, hal ini mengakibatkan banyaknya mobil dan motor terendam oleh banjir.
Dikatakan Toni, dia dapat memperbaiki satu motor yang habis terendam banjir dalam waktu dua jam. Hal itu, dikarenakan motor-motor yang terendam banjir diperlukan pengurasan tangki dan diganti oli.
"Ya kalau kerendem pasti motor itu harus ganti oli, bersihin karburator, terus kuras tengki itu kalau kerendam. Satu motor itu ya bisa dua jam saya benerin," tambahnya.
©2020 Merdeka.com/Tri Yuniwati Lestari
Hal yang sama juga dirasakan oleh Suripno yang bekerja sebagai pencuci motor. Dia mengatakan, pada hari ini sudah lebih dari dua puluh motor yang dibersihkan ditempat steam motor miliknya.
"Hari ini banyak, sampai lebih dari 20 motor dari pagi saya tadi buka," ucap Suripno.
Banyaknya motor yang dititipkan untuk dibersihkan di steam motor miliknya mengakibatkan tidak cukupnya tempat untuk memarkirkan antrean motor untuk dibersihkan.
"Rata-rata orang pada sibuk bersihin rumah, jadi mereka naro motornya di sini dulu untuk dibersihin. Tapi karena sudah banyak motor jadi tadi banyak yang saya tolak juga, karena enggak muat tempatnya," kata dia.
Baca juga:
Evakuasi Dokumen yang Terendam Banjir, Kepala BPN Kota Bekasi Dipatok Ular
Berjibaku Membersihkan Lumpur Pascabanjir
Banjir Lumpuhkan Jalan Kartini Bekasi
Banjir Hari Ketiga Mulai Surut, Jumlah Pengungsi di Jabodetabek Menurun
Mensos: Keluarga Korban Meninggal saat Banjir Dapat Santunan Rp15 Juta
Dahsyatnya Banjir Jabodetabek 2020 & Akibat yang Ditinggalkannya
Empat Instansi Pemerintah di Bekasi Masih Lumpuh Pascabanjir