Update Dugaan Kekerasan Mahasiswa Unila hingga Meninggal, Hasil Ekshumasi Jenazah Ditemukan Tumor di Otak
Pratama sebelumnya meninggal diduga akibat kekerasan saat kegiatan pendidikan dasar (diksar).
Teka teki penyebab kematian Pratama Wijaya Kusuma, Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) Universitas Lampung (Unila) perlahan mulai terkuak. Pratama sebelumnya meninggal diduga akibat kekerasan saat kegiatan pendidikan dasar (diksar).
Tabir penyebab kematian Pratama mulai terungkap setelah tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Lampung melakukan hasil ekshumasi terhadap jenazah pemuda tersebut. Hasil ekshumasi dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Lampung menyebutkan kematian Pratama karena tumor otak.
"Dari pemeriksaan ekshumasi hasilya sebab kematian adalah tumor di otak. Untuk temuan dugaan adanya pengeroyokan memang sudah pertama lama, jenazah sudah mengalami pembusukan lanjukan, untuk signifikan tumor otak," kata Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung, I Putu Suartama Wiguna di Mapolda Lampung, Selasa (7/10).
Menurut Suartama, penyakit tumor tidak terjadi secara singkat, namun memiliki proses yang cukup panjang.
"Jadi dia berproses dan tumor ini secara pantologi anatomi sama dengan hasil pemeriksaan medis yang disebelumnya dilakukan, itu ada Oligodendroglioma itu berada di sel saraf otak secara literatur tidak berhubungan dengan adanya faktor trauma," ujar dia.
Di singgung terkait temuan memar pada bagian tubuh lain diduga akibat kekerasan, Suartama menyebutkan jika adanya memar yang berasal dari tindakan medis.
"Untuk temuan adanya memar atau tidak disini ekshumasi ini sudah ada jaraknya ya ini sudah mengalami proses pembusukam lanjut yang kita temukan itu trauma yang sesuai dengan tindakan medis seperti memar infus, sepan darah ada pemasangan selang kepala untuk mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh tumor jadi untuk yang lain tidak siknifikan tidak ditemukan. Jadi tumor ini tidan serta meta jadi tumor jadi ada perjalannya," tandas dia.
Sebelumnya diketahui, Pratama Wijaya Kusuma mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila) meninggal usai mengikuti kegiatan Diksar Mahapel di Gunung Betung, Pesawaran, Lampung pada 14-17 November 2024.
Dalam kegiatan diksar itu Pratama mendapatkan tindakan kekerasan. Tak hanya itu 5 peserta lainnya pun mendapat kekerasan yang sama, hingga satu peserta bernama Faris mengalami gangguan para telinga akibat tamparan yang diterima dan tak melanjutkan perkuliahan.