Upaya Kodam Jaga Nilai Luhur Wangsit Siliwangi dan Kikis Kesan 'Seram' di Masyarakat di Usia 80 Tahun
Pesan filosofis yang diucapkan oleh Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, untuk masyarakat Sunda sebelum menghilang.
Kodam III/Siliwangi genap berusia 80 tahun pada 20 Mei 2026. Dalam lika-liku perjalanan menjaga keamanan di Jabar dan Banten, ternyata ada satu prinsip yang terus dipegang teguh pimpinan dan prajurit hingga sekarang yaitu Wangsit Siliwangi.
Wangsit Siliwangi adalah pesan filosofis yang diucapkan oleh Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, untuk masyarakat Sunda sebelum menghilang.
Inti ajaran dari Wangsit Siliwangi adalah 'Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi' yang bermakna saling mencerdaskan, saling menyayangi, saling membimbing dalam kehidupan, dan saling mengharumkan.
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, meyakini siapa saja yang memegang teguh Wangsit Siliwangi akan dicintai oleh rakyat dan dimakmurkan hidupnya. Sebaliknya, siapa saja yang tak memegang teguh Wangsit Siliwangi diyakini hidupnya berantakan.
"Jadi Wangsit Siliwangi itu intinya, kita harus saling Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi. Jadi siapa saja yang memegang Wangsit Siliwangi ini Insya Allah hidupnya itu pasti berhasil, beunghar (kaya raya), sejahtera, dan dicintai oleh rakyatnya," kata dia saat ditemui di Kodam III/Siliwangi pada Rabu (20/5).
Adapun dalam kapasitasnya sebagai Pangdam, Wangsit Siliwangi diimplementasikan Kosasih ke dalam sejumlah program. Bagi prajurit, dia telah membuat program Prajurit Mengaji hingga Prajurit Bersekolah untuk meningkatkan kualitas prajuritnya.
Sementara itu, bagi masyarakat, Kosasih membuat program Eta Kodamku atau Edukasi Wisata Kodam yang bertujuan agar Kodam III/Siliwangi tak lagi terkesan 'seram' di mata masyarakat.
Kini, masyarakat bisa menikmati berbagai fasilitas di Kodam III/Siliwangi seperti lapang olahraga hingga fitness. Selain itu, masyarakat juga bisa bersantai di Taman Merdeka yang letaknya tak jauh dari ruangan Kosasih.
"Dulu katanya seram dan sekarang Alhamdulillah mereka bisa masuk, bisa jalan-jalan. Bisa duduk di sini Taman Merdeka. Bisa ngerokok, namanya merdeka, boleh ngerokok. Yang penting puntungnya (dibersihkan)" ucap dia yang dikenal dengan sebutan Jenderal Santri.
Program Kesehatan
Selain itu, Kosasih membuat program cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebanyak satu kali tiap pekan dan pengadaan air bersih yang menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Dia menilai air bersih begitu diperlukan warga Jabar dan Banten yang marak bekerja di sektor pertanian.
"Itu salah satu penjabaran dari Wangsitnya Siliwangi. Luas sebenarnya kan, Silih Asah, Silih Asuh, Silih Asih, Silih Wawangi, sehingga hidupnya tentram," kata dia.
"Jadi TNI dengan rakyat ya harus bersatulah. Kita enggak bisa dipisahkan dengan rakyat, karena kita asli sejatinya kita ini rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, kan gitu. Itu penjabarannya," lanjut dia.
Kosasih menambahkan, Wangsit Siliwangi bahkan begitu relevan dijadikan sebagai pedoman menjalani kehidupan di era digital saat ini. Dengan memegang teguh Wangsit Siliwangi, dia meyakini masyarakat tak akan saling menjelekkan dan mencaci di ruang digital.
"Peran Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi inilah harusnya kalau bisa diterapkan di medsos tuh sangat bagus. Tidak saling menjelekkan, saling memberi informasi yang bagus, saling memberikan ilmu pengetahuan, saling menyayangi," ungkap dia.
"Masyarakat juga harus cerdas. Menyikapi setiap berita yang ada, jangan asal ditelan mentah-mentah. Gitu aja sih. Kita harus bijak, harus sabar," tandas dia.