Universitas Brawijaya Pulangkan 48 Mahasiswa Kedokteran Asal Malaysia
Surat permintaan Kedubes Malaysia tersebut bertepatan dengan kebijakan Rektor UB yang memang memberlakukan perkuliahan secara daring (online). Permintaan Kedubes Malaysia itu pun tidak hanya ke UB, tetapi juga sejumlah kampus di Indonesia.
Universitas Brawijaya (UB) Malang memulangkan 48 orang mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK). Pemulangan berlangsung dalam dua rombongan dari Kota Malang menuju Malaysia melalui bandara internasional Djuanda Sidoarjo.
"Ini permintaan Kedutaan Besar Malaysia dengan mengirimkan surat resmi kepada Rektor," tegas Eriko Prawestiningtyas, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang kepada wartawan, Senin (30/3).
Surat permintaan Kedubes Malaysia tersebut bertepatan dengan kebijakan Rektor UB yang memang memberlakukan perkuliahan secara daring (online). Permintaan Kedubes Malaysia itu pun tidak hanya ke UB, tetapi juga sejumlah kampus di Indonesia.
Sehingga atas surat permintaan tersebut mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di FK UB dipulangkan ke negaranya.
Pemulangan berlangsung dalam 2 gelombang yakni 23 mahasiswa berangkat Minggu (29/3) dan 17 mahasiswa dipulangkan Senin (30/3). Sementara 8 mahasiswa lainnya segera menyusul, karena persoalan tiket pesawat.
Rata-rata mahasiswa mengikuti program reguler dengan didominasi mahasiswa semester 3 atau 5. Mereka selanjutnya akan menjalani proses perkuliahan secara daring sampai akhir semester genap, sebagaimana surat keputusan Rektor. Selama itu, para mahasiswa akan mendapatkan pengawasan oleh dosen Pembimbing Akademik (PA).
"Kita akan tetap memantau, mengingatkan dan memastikan bahwa kita selalu ada yang dalam hal ini diwakili oleh dosen akademiknya," katanya.
Sementara itu dalam proses pemulangan, para mahasiswa diberlakukan protokol kesehatan yakni dengan cuci tangan dengan hand sanitizer dan mengenakan masker. Selama dalam kendaraan pun diterapkan physical distancing dengan menjaga jarak duduk antar mahasiswa.
Barang bawaan juga disemprot dengan alkohol sebelum memasuki bandara, begitupun kendaraan yang digunakan langsung dibersihkan dengan disinfektan.
Baca juga:
Penjelasan Pemkab Bantul Terkait Video Tak Ada RS Mau Terima Rujukan PDP Corona
Misteri di Wuhan: Pasien Sembuh dari Corona Sudah Dites Negatif Tapi Kemudian Positif
Anies: Meski Belum Terbukti Corona, 283 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19
Pemprov DKI Identifikasi Kelompok Rentan Tertular Corona
Masa Belajar dari Rumah di DIY Diperpanjang Hingga 14 April 2020
Hari Ini, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Corona Serentak di Semua Puskesmas