LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Uniknya pernikahan dan khitanan suku Baduy, cuma boleh Juni-Agustus

Suku Baduy juga tidak diperbolehkan menghidangkan binatang berkaki empat.

2016-07-12 02:03:00
Suku Baduy
Advertisement

Ada yang unik dari pernikahan dan sunatan anak di pedalaman masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Pernikahan dan sunatan di sana hanya boleh dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2016. Alasannya, ini budaya peninggalan nenek moyangnya.

"Dalam setahun hanya selama tiga bulan pesta pernikahan dan sunatan anak itu," kata Eros, seorang bidan yang bertugas di kawasan Baduy seperti dilansir Antara, Senin (11/7).

Perkampungan masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak selalu ramai jika digelar pesta pernikahan dan sunatan anak. Para tamu undangan akan dihibur dengan kesenian khas Baduy yakni "dog-dog lojor" dengan menggunakan angklung dan bedug kecil.

Advertisement

Seperti pada umumnya, pernikahan dan sunatan anak mengundang saudara, teman dan tetangga. Para tamu yang diundang juga memberikan amplop maupun kado kepada pasangan pengantin. Karena hanya boleh digelar dalam kurun waktu tiga bulan, wajar jika undangan pernikahan dan sunatan menumpuk.

"Kami sebulan ini sudah beberapa kali menghadiri undangan pesta pernikahan dan sunatan anak," lanjut Eros.

Tidak hanya waktu untuk menggelar pesta pernikahan dan sunatan anak yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya, dalam hal santapan makanan pun berbeda. Masyarakat Baduy hanya menyajikan makanan daging ayam dan lauk pauk lainnya selain binatang berkaki empat seperti kerbau maupun sapi. Binatang berkaki empat tidak diperbolehkan lantaran bertentangan dengan adat setempat.

Advertisement

"Kami setiap diundang oleh masyarakat Baduy selalu hadir, meskipun berjalan kaki hingga puluhan kilo meter," ungkapnya.

Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Sarpin mengatakan selama ini pesta pernikahan dan khitanan anak di kawasan masyarakat Baduy selalu ramai. Bahkan, pesta pernikahan itu hampir setiap hari bagi penduduk Baduy sekitar 11.500 jiwa.

"Saya kira pesta pernikahan di Baduy cukup ramai dan seperti umumnya masyarakat modern," tutur Sarpin.

Baca juga:
5 Tradisi perayaan Idul Fitri paling unik di dunia
Harga sapi melangit, warga Lamongan tetap antusias 'Matung'
Damainya Tradisi Memujung di Bali, makan bersama di atas kuburan
Paantu Matsuri, festival purba yang selalu sukses takuti anak-anak
Mengenal puluhan jenis anyaman ketupat nusantara
Tradisi purba Marapu, loyalitas warga Sumba terhadap masa lalu
Berlomba mendirikan telur di puncak perayaan Peh Cun

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.