Ungkap teror Novel, Kapolri rahasiakan hasil kerja tim gabungan
Kapolri tidak akan menyampaikan informasi hasil kerja tim gabungan agar tidak diketahui pelaku.
Polri terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan agar semua pihak menunggu hasil kerja tim gabungan.
"Sudah ada tim yang bekerja. Mereka gabungan dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan di-backup Mabes Polri. Tim sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mendalami potensi-potensi motif. Jadi tunggu saja hasil kerja tim," ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Rabu (12/4).
Tito mengatakan tidak akan menyampaikan hasil kerja tim. "Kami tidak akan sampaikan dulu apapun hasil kerja tim ini yang kira-kira bersifat sensitif, supaya pelaku juga tidak mengetahui," terangnya.
Terkait aksi teror yang terjadi, Tito menginstruksikan bawahannya untuk bersinergi dan selalu waspada.
"Waktu digeledah ditemukan bahan-bahan bom termasuk rencana pembuatan bom panci. Jadi saya kira ini ada hubungan dengan dukungan terhadap ISIS. Sebagaimana imbauan saya tiga hari lalu, seluruh Kapolda melalui jalur komunikasi kita untuk mewaspadai karena adanya perintah untuk melakukan aksi itu, dan saya minta semua anggota berhati-hati dan waspada. Saya juga minta Densus bersama Polda bersinergi untuk menjajaki sel-sel yang mungkin akan melakukan aksi," tutup Tito.
Baca juga:
Beragam spekulasi di balik penyiraman air keras ke Novel Baswedan
Prajurit terbaik TNI bakal sikat pengusik penyidik KPK
Pimpinan KPK tak ingin kaitkan penyerangan Novel dan korupsi e-KTP
PPP: Kalau kasus Novel tak terungkap intimidasi teror akan terulang
Rekaman CCTV perlihatkan dua pelaku siram Novel Baswedan
Jejak penyiram air keras Novel Baswedan mulai terkuak
Polisi berpakaian preman lindungi keluarga Novel Baswedan