Underpass Solo-Sukoharjo kembali dibuka, hati-hati banyak lumpur
Meskipun sudah dibuka, jalan di bawah double track Solo-Yogyakarta itu masih sangat membahayakan.
Underpass Solo-Sukoharjo di Jalan Slamet Riyadi, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (29/4) siang dibuka kembali. Salah satu jalur keluar masuk Kota Solo dari Semarang dan Yogyakarta tersebut berhasil diperbaiki oleh Kementerian Perhubungan.
Banjir yang beberapa hari terjadi bisa dikeringkan dengan pompa air yang beroperasi seperti hari biasanya. Kondisi aspal yang rusak juga telah ditutup dengan lembaran besi.
Pantauan di lapangan, meskipun sudah dibuka, jalan di bawah double track Solo-Yogyakarta itu masih sangat membahayakan. Banyak lumpur dan bekas lubang hanya ditutup lembaran besi.
Wibowo (36) warga Kuyudan, Makamhaji mengaku senang dengan dibukanya underpass. Selama ditutup dia harus memutar 5 kali lebih jauh jika harus bekerja.
"Saya kalau mau kerja harus lewat Purwosari. Padahal tempat kerja saya hanya di Gentan, Baki," keluhnya.
Meski demikian dia menyesalkan karena kondisi jalan yang belum sempurna. Saat akan melintas dirinya hampir terpeleset lumpur. Tak hanya itu lembaran besi penutup lubang juga sangat membahayakan kalau tidak waspada.
Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Maryadi mengatakan, pihaknya sudah mengalihkan lalu lintas melalui underpass. Setelah sebelumnya sempat dialihkan ke jalur di Kota Solo, seperti Purwosari maupun Slamet Riyadi.
Mulai hari ini pihaknya sudah mengembalikan ke jalur seperti biasanya. Petugas dari Satuan Lalu lintas Polres Sukoharjo yang ditempatkan di titik-titik pengalihan juga sudah ditarik.
"Mulai hari ini arus lalu lintas kami alihkan ke asalnya," pungkasnya.
Baca juga:
Komisi V DPR sebut rancangan underpass Solo-Sukoharjo amburadul
Banjir di underpass Solo-Sukoharjo diduga akibat sabotase
Underpass ditutup warga, wali kota Solo salahkan Bupati Sukoharjo
Jalan di Alam Sutera Bagus di perumahan, rusak para di perkampungan
Underpass Solo-Sukoharjo senilai Rp 27 M hancur, diduga ada korupsi