Ulama asal Palestina ajak masyarakat Pangkal Pinang peduli Al Aqsa
Syeikh Anas Lubbad mengatakan umat Muslim yang berada di luar Palestina dapat berbuat bagi keselamatan Palestina dengan tetap berpegang teguh pada ajaran agama dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran dan menumbuhkan kecintaan terhadap Palestina pada diri generasi penerus maupun masyarakat.
Ulama asal Palestina, Syeikh Anas Lubbad mengajak masyarakat Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung agar lebih peduli terhadap kondisi Masjid Al Aqsa sebagai tempat ibadah yang diistimewakan umat muslim.
"Masjid Al Aqsa merupakan tempat yang istimewa bagi agama Islam karena merupakan tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi'raj sehingga membutuhkan dukungan dan doa umat muslim di Pangkal Pinang agar dapat segera terbebas dari belenggu Israel," katanya di Pangkal Pinang, Selasa (22/8).
Seperti dilansir dari Antara, dia menerangkan kondisi masjid Al Aqsa saat ini sangat memprihatinkan semenjak adanya upaya barikade dari Israel sekitar 14 Juli lalu. Bahkan umat Islam Palestina tidak dapat menjalankan ibadahnya dengan leluasa sejak itu.
"Kondisi Kota Al Quds yang menjadi wilayah penyangga Masjid Al Aqsa juga selalu menjadi sasaran Israel untuk dilemahkan sehingga daerah tersebut hanya ditinggali oleh sekitar 15 persen masyarakat Palestina," ujarnya.
Menurut Anas, kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan terjadi di Kota Gaza yang telah diisolasi oleh Israel sejak 2005. Sehingga mengakibatkan kurangnya persediaan bahan makanan, air bersih, listrik dan kebutuhan lainnya.
"Bantuan berupa logistik yang berasal dari luar negeri sulit menembus ke Kota Gaza karena barikade ketat oleh pihak Israel," terangnya.
Syeikh Anas Lubbad mengatakan umat Muslim yang berada di luar Palestina dapat berbuat bagi keselamatan Palestina dengan tetap berpegang teguh pada ajaran agama dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran dan menumbuhkan kecintaan terhadap Palestina pada diri generasi penerus maupun masyarakat.
"Masyarakat Muslim di Indonesia juga dapat menyumbangkan doa maupun sebagian hartanya bagi keselamatan dan membantu masyarakat Palestina," katanya.
Selain itu, lanjut Anas, diperlukan kekompakan sekitar kurang lebih satu milyar penduduk Muslim di dunia untuk bersatu padu membebaskan masyarakat Palestina dari belenggu Israel.
Baca juga:
Krisis Al-Aqsa, Indonesia minta OKI tekan Israel
Demo Al-Aqsa, warga Solo ajak boikot produk Israel
Sebagai presiden Dewan Keamanan PBB, ini sikap China soal Al-Aqsa
Potret miris warga Palestina salat Jumat dijaga ketat polisi Israel
Video tentara Israel copot bendera Palestina di atap Masjid Al-Aqsa