Demo Al-Aqsa, warga Solo ajak boikot produk Israel
Merdeka.com - Meski Israel mengendorkan pengawasannya di Masjid Al-Aqsa, aksi protes terus dilakukan kalangan umat Islam di dunia. Sebab negara zionis itu saat ini kembali membuat larangan baru bagi warga Palestina. Polisi Israel tak memperbolehkan pria Palestina di bawah usia 50 tahun salat Jumat di Masjid Al-Aqsa.
Reaksi keras dilakukan puluhan umat Islam warga Pasar Kliwon Solo yang didominasi keturunan Arab. Mereka mengutuk keras kebijakan Israel melarang warga Palestina melaksanakan ibadah di Masjid Suci Umat Islam itu.
"Ganyang Israel, ganyang Amerika. Masjid Al-Aqsa itu kiblat pertama umat Islam dunia melakukan salat. Kenapa Israel semena-mena melarang kita umat Muslim. Mereka itu penjajah, tidak punya negara tapi bisa berkuasa. Ganyang Israel, ganyang Amerika, kita boikot produk-produk mereka," teriak Farid Assagaf, koordinator aksi, saat berorasi, Jumat (28/7).
Sementara dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, para peserta membawa spanduk dan poster bertuliskan kecaman kekejaman Israel terhadap warga Palestina. Spanduk tersebut antara lain bertuliskan, "Al-Aqsa menyatukan kita, Go to hell Zionis Israel", Israel adalah penyakit kanker, save masjid Al-Aqsa" dan lainnya.
Pada akhir aksinya Hussein Ahmad Assagaf, sekretaris aksi membacakan pernyataan sikap yang berisi kecaman kepada PBB yang tak pernah bersikap adil terhadap bangsa Palestina.
"Kami meminta pemerintah RI untuk mengajak Organisasi Konferensi Islam (OKI) berbuat lebih nyata untuk kemerdekaan Palestina. Kami juga mengecam negara-negara Liga Arab, mereka ini seperti macan ompong di hadapan Israel. Kami mengajak masyarakat agar memboikot seluruh produk yang mendukung Israel," katanya.
Setelah puas berorasi dan menyatakan sikap, para pemuda tersebut mendoakan bagi kemerdekaan Palestina. Tak lama kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya