TVRI NTT Siapkan Tim Khusus Bantu Warga Akses Siaran Piala Dunia 2026
Menjelang perhelatan akbar, TVRI NTT membentuk tim khusus untuk memastikan seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Timur dapat menikmati siaran langsung Piala Dunia 2026, terutama bagi mereka yang kesulitan akses.
Televisi Republik Indonesia (TVRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membentuk tim khusus guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Inisiatif ini bertujuan membantu warga yang mengalami kendala akses siaran langsung melalui stasiun TVRI. Kepala Stasiun TVRI NTT, Jefri, menegaskan komitmen lembaganya untuk menyukseskan gelaran sepak bola dunia ini.
Tim khusus ini dilengkapi dengan pemancar bergerak yang siap diterjunkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan teknis. Langkah strategis ini diambil untuk menjangkau area-area yang mungkin belum tercover penuh oleh infrastruktur penyiaran TVRI. Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 11 Juni 2026, memicu antusiasme tinggi di kalangan penggemar sepak bola.
Jefri menyampaikan informasi ini di sela-sela acara "Bola Gembira" di Kupang, yang turut dihadiri oleh Kepala LKBN ANTARA Biro NTT Anwar Maga dan Kepala Stasiun RRI Kupang Yuliana Marta Doky. Acara promosi ini melibatkan kegiatan jalan santai, zumba, serta berbagai permainan, menunjukkan upaya kolaboratif dalam menyambut pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Memperluas Jangkauan Siaran di NTT
TVRI NTT saat ini memiliki 11 pemancar Analog Switch Off (ASO) dari total 14 pemancar yang tersebar di seluruh provinsi. Sebelas pemancar tersebut mencakup Pulau Timor dan sebagian Pulau Flores, memungkinkan warga di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, dan Belu untuk menikmati siaran Piala Dunia secara langsung. Di Pulau Flores, jangkauan siaran baru tersedia di Labuan Bajo, Ende, Ruteng, serta Maumere, sementara area lain masih dalam proses pengembangan.
Tim khusus yang disiapkan TVRI NTT telah ditempatkan di lokasi-lokasi yang memiliki pemancar ASO. Masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam menonton pertandingan dapat langsung menghubungi tim ini untuk mendapatkan bantuan teknis. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab TVRI dalam memastikan pemerataan akses informasi dan hiburan bagi seluruh warga NTT.
Keterbatasan jangkauan pemancar menjadi tantangan utama, namun TVRI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik agar siaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan dedikasi TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik dalam melayani publik secara maksimal.
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Dampak Ekonomi
Dalam menyukseskan gelaran Piala Dunia 2026, TVRI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyelenggarakan acara nonton bareng. Acara ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga akan melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Keterlibatan UMKM diharapkan dapat menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di daerah tersebut, memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Kepala Stasiun RRI Kupang, Yuliana Marta Doky, menyatakan kesiapan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik untuk mendukung penuh TVRI dalam mensukseskan pelaksanaan Piala Dunia. RRI berjanji akan hadir dengan pemberitaan langsung di daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau oleh TVRI. Hal ini memastikan bahwa informasi dan atmosfer Piala Dunia tetap dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru NTT.
Senada dengan itu, Kepala Biro LKBN ANTARA NTT, Anwar Maga, menegaskan dukungan penuh ANTARA dalam promosi dan pemberitaan Piala Dunia. ANTARA telah aktif melakukan sosialisasi terkait penyiaran Piala Dunia melalui TVRI sejak awal, baik melalui penulisan berita maupun pemasangan spanduk dan umbul-umbul. Kolaborasi tiga lembaga penyiaran publik ini menjadi kunci utama dalam menyebarkan semangat Piala Dunia ke seluruh pelosok NTT.
Sumber: AntaraNews