LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tsunami Banten, DPR Minta BMKG Koordinir Instrumen Pendeteksi dengan Lembaga Lain

Bencana tsunami terjadi di wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam. Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis pun meminta Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berperan penting dalam pencegahan bencana tsunami.

2018-12-24 21:01:00
Tsunami
Advertisement

Bencana tsunami terjadi di wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam. Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis pun meminta Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berperan penting dalam pencegahan bencana tsunami.

Salah satunya dengan mengkoordinir instrumen yang berkaitan dengan pendeteksi tsunami yang dimiliki oleh lembaga lainnya.

"Sebagai koordinator untuk deteksi bencana bencana, kita minta BMKG koordinir instrumen yang dipelihara atau dikelola badan lain. Kita minta untuk semua divisi perlengkapan itu harus difungsikan," kata Fary saat dihubungi, Senin (24/12).

Advertisement

Selain alat deteksi tsunami di laut, Fary juga meminta BMKG mengawasi alat deteksi yang berada di darat seperti sirine. Pihaknya, juga meminta BMKG menjadi sistem informasi dini dari lembaga terkait bencana tsunami.

"Seperti sirene itu kan tanggung jawab pemda. Tapi kalau tidak dikontrol ya itu kejadiannya seperti di Palu di Lombok. Saya belum dapat info terkini di Banten dan Lampung," ungkapnya.

"Kalau alat berfungsi tapi enggak ada sirene ya percuma juga," sambungnya.

Advertisement

DPR, lanjut politikus Partai Gerindra ini, juga mendapat laporan bahwa beberapa alat pendeteksi tsunami rusak. Karena itu, Fary meminta BMKG bisa menjadi leading sector untuk melaporkan jika memang ada alat pendeteksi yang rusak.

"Dari info yang kami dapatkan, hampir semua instrumen tsunami yang ditanam di laut itu rusak tak berfungsi. BMKG harus jadi leading sector, harus melaporkan. Itu bantuan dari luar negeri loh, itu amat sangat penting," ucapnya.

Diketahui, bencana tsunami terjadi di wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam. Hingga pukul 07.00 WIB, Senin (24/12), jumlah korban meninggal ada 222 orang.

Baca juga:
BMKG Perkirakan Gelombang Laut di Lampung dan Banten Capai 2 Meter
Banyak Isu Sesat Soal Tsunami Selat Sunda, BMKG Imbau Pantau 2 Sumber Ini
Gempa Sebelum Tsunami Selat Sunda Terdeteksi Badan Geologi Jerman
Kepala BMKG Bersyukur Jokowi Perintahkan Alat Deteksi Tsunami Diperbarui
Usai Tsunami Banten, BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Di Selat Sunda Sampai 27 Desember

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.