LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Trivia LKBB Banyuwangi: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Sarana Membangun Karakter Pelajar Positif

Bupati Banyuwangi sebut Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana efektif membentuk karakter pelajar yang disiplin dan kreatif.

Senin, 25 Agu 2025 22:21:00
lomba kreasi baris berbaris
Bupati Banyuwangi sebut Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana efektif membentuk karakter pelajar yang disiplin dan kreatif. (Merdeka.com)
Advertisement

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) yang diikuti ratusan pelajar di wilayahnya memiliki peran strategis. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan untuk mengukir karakter positif pada generasi muda. LKBB menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah berbagai keterampilan penting yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar LKBB. Acara prestisius ini berlangsung di Banyuwangi Park selama tiga hari, mulai dari tanggal 23 hingga 25 Agustus 2025. Gelaran ini menarik perhatian banyak pihak, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi pelajar.

Bupati Ipuk menambahkan bahwa LKBB lebih dari sekadar ajang unjuk kebolehan baris-berbaris. Lomba ini secara khusus menuntut kedisiplinan tinggi, kekompakan antarteman, serta kreativitas tim dalam setiap gerakan yang ditampilkan. Aspek-aspek tersebut sangat krusial dalam membentuk pribadi yang unggul dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

LKBB: Lebih dari Sekadar Kompetisi

Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) di Banyuwangi tidak hanya dipandang sebagai sebuah kompetisi biasa, melainkan sebuah platform pembelajaran yang komprehensif. Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah pembangunan karakter positif. Para pelajar diajarkan nilai-nilai penting yang akan melekat dalam diri mereka.

Advertisement

Kegiatan LKBB secara langsung melatih kedisiplinan dan kekompakan tim. Setiap gerakan yang dilakukan harus serasi dan terkoordinasi dengan baik, menuntut fokus serta kerjasama antaranggota. Latihan yang intensif ini membantu para pelajar memahami arti pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam sebuah tim.

Salah satu contoh nyata dari kreativitas yang muncul dalam LKBB adalah penampilan dari tim SDN 1 Sukonatar, Kecamatan Srono. Mereka berhasil memadukan gerakan baris-berbaris dengan penampilan seni dan budaya khas Banyuwangi, seperti Gandrung, Barong, dan Kebo-keboan. Inovasi semacam ini menunjukkan bagaimana LKBB mampu menjadi wadah ekspresi budaya.

Advertisement

Bupati Ipuk juga menyoroti bahwa kegiatan lomba semacam ini adalah salah satu cara efektif untuk memacu kreativitas para pelajar di Kabupaten Banyuwangi. Melalui LKBB, mereka didorong untuk berpikir di luar kotak dan menciptakan sesuatu yang unik serta menarik, menjadikan proses belajar lebih dinamis.

Antusiasme Pelajar dan Kriteria Penilaian

Antusiasme pelajar terhadap Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) di Banyuwangi sangat tinggi, terlihat dari banyaknya tim yang berpartisipasi. LKBB ini diikuti oleh ratusan pelajar yang tergabung dalam 79 tim dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka berasal dari sekolah tingkat SD hingga SMA sederajat di seluruh Banyuwangi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, merinci komposisi peserta LKBB. Dari total 79 tim, 33 tim berasal dari tingkat SD/MI, menunjukkan minat yang besar dari jenjang dasar. Sementara itu, 41 tim berasal dari tingkat SMP/sederajat, dan lima tim dari SMA/sederajat, melengkapi representasi seluruh jenjang pendidikan.

Dalam LKBB, masing-masing tim menampilkan aksi baris-berbaris yang tidak hanya menonjolkan kekompakan dan disiplin, tetapi juga kreasi gerakan yang atraktif. Penilaian dalam lomba ini mencakup beberapa aspek penting. Kekompakan, keharmonisan gerakan, kreasi baris berbaris, hingga kostum yang dikenakan menjadi poin-poin utama yang diperhatikan.

Untuk memastikan objektivitas penilaian, dewan juri LKBB berasal dari berbagai unsur yang kompeten. Tim penilai terdiri dari perwakilan kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Keberagaman latar belakang juri ini menjamin penilaian yang komprehensif dan adil bagi seluruh peserta LKBB.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Panjat Tebing Indonesia Raih Emas di Asian Beach Games, Siap Tatap Seri Dunia
  • Tanjung Priok PTP Nonpetikemas Jadi Motor Utama Logistik Nasional, Kinerja Triwulan I 2026 Impresif
  • Realisasi Belanja Pendidikan NTT Capai Rp541,42 Miliar per April 2026, Dorong IPM
  • Medali Perak Asian Beach Games Jadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Indonesia Menuju Olimpiade 2028
  • Koperasi Desa Merah Putih Bermitra SPPG, Dorong Ekosistem Bisnis Desa di Lampung
  • banyuwangi park
  • bupati ipuk
  • disiplin
  • hut ri
  • karakter pelajar
  • konten ai
  • kreativitas
  • lkbb banyuwangi
  • lomba kreasi baris berbaris
  • merdekaantara
  • merdeka belajar
  • pendidikan banyuwangi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.