Trenggiling Bikin Heboh, Nyelinap ke Rumah Warga 'Ngumpet' di Pipa
Evakuasi yang dilakukan damkar berlangsung dramatis.
Seekor trenggiling ukuran setengah meter ditemukan menyelinap di halaman rumah Carol warga RT 8 RW VIII Pandean Lamper, Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melakukan evakuasi untuk mengambil hewan tersebut. Evakuasi berlangsung dramatis karena trenggiling tersebut bersembunyi di pipa saluran PDAM. Kedua kaki hewan itu mencengkeram pipa saluran air.
"Kita butuh waktu 30 menit untuk evakuasi trenggiling tergolong ukuran dewasa, soalnya badan sudah besar. Trenggiling itu jantan apa betina saya kurang tahu soalnya akan kita serahkan ke BKSDA Jateng," kata Komandan Aminal Rescue Damkar Kota Semarang, Abdul Rohman, Minggu (25/5).
Baru dua kali ini petugasnya menangkap trenggiling dari rumah warga. Kejadian pertama di Gunungpati ketika warga melihat trenggiling di pinggir jalan.
"Ada dugaan trenggiling itu peliharaan orang lepas. Sebab, sudah jinak dan bersih," ujarnya.
Biasanya rata-rata, petugas sering disibukkan dengan evakuasi ular dan biawak karena sering masuk ke rumah-rumah warga.
"Kalau jumlah hewan liar sering dievakuasi ular dan biawak. Itu hampir tiap hari, kita penanganan itu. Entah itu di pagi siang apa malam. Seringnya dapat biawak sama ular. Ukuranya macam-macam. Kadang dapat sanca, kadang ular kecil sekelingking. Cuman kalau dapatnya piton kita serahkan ke BKSDA," jelasnya.
Cara Damkar Evakuasi
Para petugas Damkar Semarang selama ini menangkap hewan liar menggunakan tongkat pencapit dan dilengkapi alat pelindung diri. Mereka mendapat keterampilan menangkap hewan liar secara otodidak.
Bila dapat ular berbisa, nantinya ular tersebut dilepaskan ke lahan kosong yang jauh dari rumah warga. Tetapi bila temuannya berupa ular tidak berbisa, pelepasliaran dilakukan di Sungai Banjir Kanal Barat yang jaraknya selemparan batu dari kantor Damkar Kota Semarang.
"Kita belajarnya otodidak. Tapi tetap kita bekali alat APD dan tongkat penjepit. Kalau nemunya ular kecil kita lepasliarkan sendiri. Kalau tidak berbisa kita lepaskan di Banjir Kanal Barat. Kalau berbisa ke areal jauh dari kampung. Setiap evakuasi enam orang," pungkasnya.