LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Trend kejahatan jalanan di Surabaya meningkat selama 2016

Trend kejahatan jalanan di Surabaya meningkat selama 2016. Kasus pencurian dan kekerasan atau curas di Tahun 2015, angkanya mencapai 211 kasus. Sedangkan di Tahun 2016 ini tercatat 269 kasus. Sementara kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mencapai 281 kasus di Tahun 2015 dan naik menjadi 438 kasus di 2016.

2017-01-01 02:00:00
Surabaya
Advertisement

Terjadi peningkatan trend kejahatan sepanjang tahun 2016 di Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan catatan kepolisian, grafik kasus kejahatan 3 C (curat, curas dan curanmor) lebih tinggi dibanding Tahun 2015.

Data yang dilansir Satreskrim Polrestabes Surabaya, kasus curat (pencurian dan pemberatan) di Tahun 2015 ini mencapai 451 kasus. Sementara di Tahun 2016, naik menjadi 512 kasus.

Kasus pencurian dan kekerasan atau curas di Tahun 2015, angkanya mencapai 211 kasus. Sedangkan di Tahun 2016 ini tercatat 269 kasus. Sementara kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mencapai 281 kasus di Tahun 2015 dan naik menjadi 438 kasus di 2016.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, data yang di atas berdasarkan hasil ungkap kasus yang ditangani pihaknya di sepanjang Tahun 2016. Sedangkan kasus 3 C sendiri waktu kejadian paling rawan adalah pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.

"Kasus curat dan curanmor, dominan terjadi di kawasan pemukiman penduduk. Sedangkan kasus curas, rata-rata terjadi di jalan raya," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/12).

Lily mengungkap, kenaikan angka kasus curanmor, yang tertinggi untuk roda dua. Dari kasus curanmor yang diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, rata-rata hasil kejahatan tersebut dibawa ke Madura melalui Jembatan Suramadu.

"Sekarang di Jembatan Suramadu, untuk kendaraan roda dua sudah digratiskan. Sementara dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap, rata-rata para pelaku mengaku membawa hasil curiannya ke Madura lewat Suramadu," terangnya.

Selain kasus 3 C, dia mengungkapkan, kasus narkoba di Kota Pahlawan juga mengalami kenaikan di Tahun 2016 ini. Hal ini diketahui dari jumlah barang bukti yang berhasil disita Satreskoba Polrestabes Surabaya. Barang bukti yang paling banyak adalah narkoba jenis ganja dan ekstacy.

Data Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, narkoba jenis ganja yang disita di Tahun 2015 mencapai 1.050 gram. Sedangkan di Tahun 2016 jumlah barang bukti ganja mencapai 45.378 gram. Sementara ekstacy yang diamankan di 2015 adalah 1.537 butir dan di 2016 meningkat 11.748 butir. Untuk narkoba jenis sabu, di Tahun 2015 mencapai 2.355 gram dan mengalami peningkatan di 2016, yaitu 2.620 gram sabu.

"Ungkap kasus narkoba yang ditangani Polrestabes Surabaya, di Tahun 2015 mencapai 620 kasus. Sedangkan di 2016 ini juga naik menjadi 973 kasus. Maka bisa dikatakan, di Tahun 2016 ini, trend jumlah kejahatan di Kota Surabaya mengalami kenaikan," tutup Lily.

Baca juga:
Malang nasib Yayuk, nyawa melayang dibunuh sang pujaan hati
Risma: Anak harus dikasih kesibukan, jadi lupa nakal
Kajati Jatim berharap kasasi La Nyalla nanti ditangani Hakim Artidjo
Hakim tolak eksepsi Dahlan Iskan
Tak ada pesta Tahun Baru di Kota Surabaya, hanya ada pengajian
2.933 Botol miras ilegal dimusnahkan Polrestabes Surabaya

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.